Loading...

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, September 20, 2011

True Practice


I remember one night when I was performing my duties for Taichung's South Gate Bridge Land Surveying Company, an invisible spiritual teacher descended and continued to teach me the Tantric Dharma over a period of three years, averaging an hour per night. Back then, my arms and legs were often manipulated by the invisible spiritual master, and these experiences made me realize that Gods and spirits really exist in this universe; that there is such a thing as a "spiritual world", and the "invisible" does exist.

I hence made a vow that this shall be my conviction in life and I would cultivate truthfully. Once I was lazy and uttered, "Why should I practise the Dharma arts? In times of need, all it takes is the help of my invisible teacher to settle things for me." I was reprimanded for making such a statement! I have studied the Tantric teachings for many years, entering into retreat for three years at the Ling Xian (Spiritual Immortal) Villa in Seattle, USA. It has been thirty years since the Golden Mother of the Jade Pond initiated the opening of my spiritual eye. I feel that my only strong point is my persistence in cultivation, truthfully practising daily without fail. My blood type is 'O', depicting a strong character with great patience. When faced with any assignment, I will complete it, no matter what. I am down-to-earth, and shun laziness. You can say I am silly and idiotic, but I am ver serious and committed to my cultivation.

 I often say that writing and practice are the two important duties of my life, and they are activities I must perform daily. My writing improves over time, as does my spiritual unfolding through practice. No one can ever take that away from me! Let me say this to you. I am a true Vajra Guru. On what basis do I say this? I say this on the basis that I truthfully practise the True Buddha Tantric Dharma daily, without fail.
There are many pseudo Master among us in today's society, and they all claim, "With a single empowerment, the three main channels shall circulate freely." "With one single empowerment, the spiritual foetus shall be conceived." "With one single empowerment, one shall live to be more than a hundred years old." "With one single empowerment, the Dharma Wheel shall spin on its own, and one will not need to make any effort in cultivation." How true are such claims? Please do not ask me. You may refer to the words of Padmasambhava, which state, "Honor the Guru, treasure the Dharma, and practise diligently." Please remember this: Practice with perseverance and patience. Never crave for magical approaches and never look for short cuts. Be practical and honest with your cultivation!

Upacara Dharma Untuk Perlindungan Negara --- 護國法會的盛事


Upacara Dharma Untuk Perlindungan Negara
護國法會的盛事

Oleh Maha Mula Acharya Liansheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu


Pada tanggal 03 Mei 2008, kembali ke tanah air Ku, Taiwan, Aku memimpin sebuah Ritual Homa Kalacakra. Lebih dari tiga puluh lima ribu orang menghadiri upacara itu yang diselenggarakan di Stadium Linkou. Kumpulan orang yang begitu banyak menarik media sehingga publik memberi perhatian besar pada upacara itu.

Diantara para tamu kehormatan yang hadir adalah: Sekretaris Kuomintang, Mr. Dunyi Wu, the Chief Advisor of the Administrative Council, Mr. Chuizhen
Qiu, dan the Chief of the Taoyuan County Council, Mr. Zhongyi Zeng.

Tujuan utama upacara ini adalah melindungi Taiwan dan abhiseka Kalacakra. Upacara itu berlangsung tujuh jam.
Semua media berita termasuk stasiun TV melaporkan secara positif tentang even itu dengan pengecualian suatu majalah mingguan. Komentar dan cakupan menggoncang seluruh negara dan menghujam ke hati orang, baik yang positif mau yang negatif.
Seseorang bertanya pada-Ku, 'Bagaimana bisa ada laporan positif dan negatif pada even yang sama?'
Aku menjawab, 'Itulah keberadaan manusia.'
Ia lalu bertanya lagi, 'Adalah makna mendalam dalam upacara yang Anda selenggarakan untuk melindungi Taiwan?'
Aku menjawab, 'Agar kapal itu dapat berlayar dengan lancar dan mantap.'
Ia bertanya lagi, 'Adakah hal lain yang dapat dikatakan disamping pelayaran yang lancar dan mantap?'
Aku menjawab, 'Batu-batu di puncak gunung Yushan ada bermacam jenisnya.'
Disini, Aku bertanya pada semua orang, termasuk murid-murid Ku, untuk memikirkan statemen ini, 'Batu di puncak gunung Yushan ada banyak jenisnya.'
Mengertikah anda maknanya?
Mengertikah?

Ada seorang Guru Zen di Tanzhou bernama Wunshu.
Seorang biksu bertanya pada Guru Wunshu, 'Apa yang terjadi di depan puncak Zhurong (puncak tertinggi gunung Hengshan)/'
Guru Wunshu menjawab, 'Rumput manggala berakar pada batu.'
Biksu itu bertanya lagi, 'Dibawah pemimpin yang bajik, rakyat menerima kemurahan hatinya; tanda manggala apa yang terjadi ketika seorang biksu Cerah lahir?'
Wunshu menjawab, 'Sebuah kapal baja berlayar sepanjang ribuan mil pasir.'
Ia bertanya pertanyaan lain, 'Apa asal usul perhiasan?'
Wunshu menjawab, 'Ketika bentang alam termasuk padang bunga krisan, penjelajah akan pergi jauh.'
Ada kesamaan perspektif jika dua dialog diatas diperbandingkan. Pembaca yang luhur anda diundang untuk menulis sebuah artikel yang menjelaskan dialog ini. Jika ada yang menjawab dengan benar, Budha pasti akan menganugerahi penghargaan sebuah sertifikat dan piala.
Setiap orang diundang untuk mencoba memberikan jawaban.

Sebuah puisi:
Perlindungan Taiwan

Melafal dan membuka lembar halaman Sutra,
Seorang pemimpin bajik menjabat,
Orang dengan kwalitas tertinggi itu,
Membuat masa depan tak terbatas.

Mantra Pembalik Simhavaktra Dakini 獅面空行母迴遮咒


Mantra Pembalik Simhavaktra Dakini
獅面空行母迴遮咒

Oleh Maha Mula Acharya Liansheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu


Pada suatu ketika.
Ada seorang mahabiksu yang sangat tinggi kedudukannya, sangat terkenal dan memiliki kekuatan spiritual, datang ke daerah dimana Aku tinggal untuk menyebarkan Dharma. Banyak sekali umat Budha, begitu mendengar mahabiksu ini akan datang, langsung datang dari delapan penjuru untuk menghadiri Upacara Dharmanya. Dengan membawa cenderamata dan beberapa buah buku tulisan sendiri, Aku juga pergi melihat mahabiksu ini. Terlebih dahulu Aku mengunjunginya, menunjukkan rasa hormat. Begitu sang mahabiksu melihat Aku, ia langsung membalikkan badan, tidak sudi melihat-Ku, di tempat itu juga Aku langsung tersandung sebuah 'paku lembut'.
Mahabiksu berkata:
Shengyen Lu si raja iblis kecil ini, juga berani datang mengunjungiku. Dia itu seorang penipu dunia dan pencuri nama, merupakan penganut Ajaran iblis yang sesat, adalah Budha Hidup palsu, hanya orang bodoh tolol saja yang mau percaya dengan kata-kata sesatnya.'
Mahabiksu berkata:
'Dengan kekuatan spiritual saya, pasti saya akan memenggal kepala Shengyen Lu, mewakili Budha melaksanakan Dharma.'
Setelah Aku mendengar itu, hati-Ku sangat sedih.
Namun, Aku menahan diri dan bersabar.
Mahabiksu menitipkan pesan pada-Ku:
'Kamu tidak boleh menyebarkan Dharma menyelamatkan makhluk, harus dengan sungguh-sungguh menyepi dan bertobat, kalau tidak, ajal akan menjemput!'
Aku mengabaikannya.
Aku terus menyebarkan 'Dharma Tantra Satya Budha', murid-murid-Ku semakin lama semakin banyak, mahabiksu semakin marah dan gusar.


Pada suatu hari.
Aku lupa melakukan ritual 'Perlindungan Diri', lalu pergi ke halaman belakang Vihara Vajragarbha bermain basket, bola jatuh keluar lapangan, Aku pergi mengambilnya, tiba-tiba kaki-Ku terpelintir, tulang dan ototnya terkilir. Aku terluka.
Lianhua Yihui dan Lianhua Biyan sibuk mengobati cedera kaki-Ku, luka kaki-Ku benar-benar serius, ototnya luka dan tulangnya sakit, berjalan menjadi pincang dan tertatih-tatih.
Baru saja akan ada Upacara Dharma besar. Aku hanya bisa menaiki singgasana Dharma dengan tertatih-tatih.
(Pada saat yang sama, yang mengalami luka kaki adalah anak-Ku Foqi Lu, biksu Lianxu, biksu Lian'en, dll, total ada belasan orang, ini sungguh sangat ganjil, bagaimana bisa pada saat yang sama semua orang mengalami cedera kaki. )
Aku melakukan perhitungan gaib dengan jari, betapa terkejutnya!
Ternyata mahabiksu itu mempraktekkan 'Ilmu Kapak Vajra', 'Ilmu Kapak Vajra' ini sangat dahsyat, tadinya ingin memenggal kepala Shengyen Lu, Aku pasti sudah mati. Untungnya, setiap hari Aku mempraktekkan banyak 'Ilmu Tubuh Pengganti'. Jadi memenggal kepala menjadi memotong kaki.
Sudah itu juga telah memotong kaki beberapa murid-Ku.
Begitu mahabiksu mendengar Aku tidak mati, hanya melukai kaki-Ku saja, melukai kaki dari beberapa murid-Ku.
Mahabiksu berkata pada orang-orang: 'Anggaplah Ia bernasib baik, tapi, agar Ia tahu saja saya mahabiksu mempunyai kekuatan spiritual yang dahsyat, Kapak Vajra ku akan mengikutinya setiap saat.'
Setelah Aku mendengarnya, Aku tidak khawatir. Namun, Aku mengkhawatirkan murid-murid-Ku, Aku mempunyai banyak murid, mereka sungguh tidak berdaya melindungi diri dari 'Ilmu Kapak Vajra'.


Pada saat Aku sedang cemas dan gelisah, Aku melihat di angkasa muncul sesosok Dakini, Ia adalah Simhavaktra, seluruh tubuh-Nya memancarkan cahaya api yang terang benderang, daya wibawa-Nya takterhingga.

Simhavaktra Dakini berkata:
Dahulu kala Padmasambhava menghadapi lawan yang kuat, hanya mengandalkan 'Mantra Pembalik' Dakini.
Hari ini Liansheng menghadapi biksu yang dengki. Silahkan lawan dengan Simhavaktra.
Simhavaktra Dakini memberitahu-Ku:
'Dahulu Padmasambhava Bodhisatva, menghadapi lima ratus ilmu mantra sesat, pada saat-saat kritis, Aku wariskan Mantra Pembalik, lima ratus ilmu sesat semuanya takluk dan lenyap. Sekarang, Anda Budha Hidup Liansheng bertemu dengan Ilmu Kapak Vajra dari mahabiksu yang dengki, juga hanya dengan Mantra Pembalik barulah mampu menaklukkan lawan.'

Aku berkata:
'Aku tidak ingin menewaskan dia!'
Simhavaktra Dakini berkata:
'Welas asih di hati-Mu sangat besar, begini saja. Anda cederai juga kakinya, satu dibalas satu. Sekarang Aku wariskan dulu pada-Mu intisari Dharma Tantra Mantra Pembalik, untuk membalikkan Dharma Kapak Vajra, didalamnya terdapat delapan ilmu penakluk lawan, tiga intisari Tantra besar.'

Tiga intisari Tantra besar adalah:
1. Kembali: seberapa besar kekuatan ilmu lawan, sebesar itu pula kekuatan ilmu itu akan kembali.
2. Pelindung: Tidak peduli seberapa besar kekuatan ilmu lawan, semuanya akan terlindungi.
3. Mantra: kata kunci ilmu, mudra, mantra, dan visualisasi (termasuk alat kelengkapan untuk mempraktekkan sadhana ini.'

Jadi, Aku tidak melakukan apapun, hanya menjapa mantra saja.
Hanya dalam satu minggu, mahabiksu itu juga jatuh terkilir, ia cedera sangat parah, tidak mampu bangun.
Muridnya membantu membawanya ke rumahsakit, kakinya dipasang gips dan digantung.
Setelah itu ia duduk di atas kursi roda.

Aku tuliskan sebuah syair:
Belajar Budha Dharma harus belajar Jalan Kebajikan, jangan merasa dengki dengan Sidha lain.
Berbuat kebajikan dan menolong dunia adalah keharusan, ini adalah Ajaran luhur Tathagata.
Mengadu kekuatan gaib tiada gunanya, mohon dengarkan pesan luhur Liansheng.

Menjadi Biksu Atau Tidak Menjadi Biksu --- 出家與不出家


Menjadi Biksu Atau Tidak Menjadi Biksu
出家與不出家

Oleh Maha Mula Acharya Liansheng
Diterjemahkan oleh Zhiwei Zhu


Ada orang yang berniat menjadi biksu, namun juga berpikir tetap ingin menjadi perumahtangga, ia mondar-mandir di antara kedua niat inidalam keraguan, sebenarnya menjadi biksu atau tetap menjadi perumahtangga? Oleh sebab itu, ia datang berkonsultasi.

Ia bertanya:
'Haruskah (saya) menjadi biksu?'

Aku menjawab:
'Sakyamuni Budha memuji mereka yang menjadi biksu, menjadi biksu dapat berbhavana sepenuh hati, menerima persembahan dari Dewa dan manusia, luarbiasa terhormat. Dalam Sutra Pahala Kebiksuan (出家功德經) ada catatan yang detail, sistem yang diciptakan Budha, di antara empat jenis makhluk, menjadi biksu adalah yang terutama.'

Ia bertanya:
'Seandainya tidak menjadi biksu?'

Aku menjawab:
'Manjusri Bodhisatva memuji sedalam-dalamnya Upasaka Vimalakirti, walaupun upasaka itu ada dalam rumahtangga, namun, hatinya menjadi biksu, ia mampu melatih diri dengan kemantapan hati, juga menerima puja dari manusia dan Dewa, upasaka lebih terhormat lagi. Upasaka Vimalakirti, mempunyai jasa pahala besar, upasaka juga dapat memperoleh pembebasan, dan juga dapat menyebarkan Dharma, juga merupakan kehormatan utama.'

Ia bertanya:
'Lebih baik menjadi biksu atau tidak menjadi biksu?'

Aku menjawab:
'Tubuh yang menjadi biksu itu baik, hati yang menjadi biksu itu baik, tubuh dan hati yang menjadi biksu itu lebih baik lagi, asal mampu mencapai pembebasan, mencapai realisasi Budha dan Bodhisatva, semuanya baik!'

Ia bertanya:
'Mengapa saya tetap tidak mengerti maksud perkataan Mahaguru Lu?'
Aku menjawab:
'Anda tanya pada-Ku, Aku tanya pada siapa?'
Ia bertanya:
'Anda Mahaguru Lu bisa tanyakan pada Budha Bodhisatva!'
Aku menjawab:
'Masalah sendiri, mengapa harus merepotkan orang lain?'


Hongzhou, Vihara Kwan Im, Guru Zen Congxian.

Saat naik dharmasala berceramah, ia berkata:
'Manjusri Bodhisatva, memuji sedalam-dalamnya upasaka Vimalakirti, entah apakah pujian itu sampai kepada upasaka atau tidak? Jika telah menerima pujian itu, dimana upasaka Vimalakirti? Jikalau tidak menerima pujian, bukankah Manjusri Bodhisatva mengutarakan kata-kata kosong. Bagaimana saudara sekalian memahami ini, kalau mampu memahami barulah benar-benar merupakan biksu suci.'

(Mahaguru Lu memberi petunjuk: Kata-kata Guru Zen Congxian ini mempunyai latar belakang besar, ini adalah kata-kata 'Kebenaran Tingkat Pertama', siswa luhur harus merenunginya dengan seksama, jika mampu memahami, ia telah mencapai Pencerahan, didalam kata-kata ini, Sifat Budha terkandung, mengertikah para siswa luhur?')

Biksu bertanya:
'Upasaka Vimalakirti diam saja, Manjusri sangat memuji, apa maksudnya ini?'
Guru Zen Congxian menjawab:
'Anda bertanya saya menjawab.'
Biksu bertanya:
'Bagaimanakah yang disebut tradisi vihara Kwan Im?'
Guru Zen Congxian menjawab:
'Diambil dari yang ada didepan mata.'
Biksu bertanya:
'Telah lama tidak memainkan harpa, mohon Guru memainkannya.'
Guru Zen Congxian menjawab:
'Siapa yang mendengarkan?'

Guru Zen Congxian berkata:
'Sesepuh Zen ke-6 sadhaka Lu (Huineng) pada saat itu berada di Dayuling, berkata kepada Huiming yang duduk di tahta dharma, tidak memikirkan kebaikan, tidak memikirkan kejahatan, adalah niat sebenarnya Huiming yang menggantikanku naik ke tahta dharma. Hari ini di Vihara Kwan Im tidak mengatakan demikian, adalah niat sebenarnya Huiming yang menggantikanku naik ke tahta dharma, apakah dengan demikian baru merupakan keturunan Caoxi? Jika keturunan Caoxi, mengapa masih ada empat kata 'mengganti', 'bersaing', 'menghapus' dan 'membuang' (還、爭、除、卻)? Jika bukan begitu, dimana letak kesalahannya, apakah saudara sekalian memahaminya?'

(Mahaguru Lu memberi petunjuk: Huiming naik ke tahta dharma sebenarnya ingin merebut Jubah Sesepuh, sadhaka Lu (Huineng), memberitahunya jangan memikirkan kebaikan dan jangan memikirkan kejahatan. Guru Zen Congxian berkata, murid Caoxi (kuil leluhur Huineng), tidak bisa berkata empat kata ini mengganti, bersaing, menghapus dan membuang, mengapa? Silahkan saudara sekalian renungkan dengan menggunakan Kebenaran Tingkat Pertama, saudara akan dapat memahami. Guru Zen Congxian, adalah sadhaka Zen tingkat tinggi, sampai yang paling halus pun telah mampu ia lihat/fahami.)

千轉輪法 - Qian-zhuan-lun Fa - Metode Melipatgandakan Penjapaan

Homage to Grand Master Lian Sheng
千轉輪法 - Qian-zhuan-lun Fa
Metode Melipatgandakan Penjapaan
Source : Enlightenment Magazine T238

Translated by Lianhua Jun Shi An

photo : seed syllabel RAM ("LAN") by True Buddha Student Yamantaka999

密宗法門中,有一祕密法,就是「千轉輪法」,也有『千轉輪咒』,這也是精細的妙法之一。這即是一個密宗行者唸咒,但唸一遍,使用了「千轉輪法」或『千轉輪咒』,這一遍的咒,就變成一千遍,這是極具變化的大方便密法。  
行法時先觀想「法輪」,誦讚:「諸天神將護法輪,我今祈轉千遍輪,心如法來現密意,一一如真光分明。」於是,法輪旋轉,空中現出一一行者,共計有千人之眾,這一千個人就是自己的分身變化,全由千轉法輪中,變化出來的,布滿整個虛空;於是觀想虛空中的行者,全部合掌唸誦真言,這一句真言咒,就等於是一千人同時唸,唸完拜一拜佛,再唸第二句,唸完再拜一拜佛,唸十句,拜十回佛,此咒等於一萬遍了。
至於「千轉輪法」,細述之如下:
行者端身靜坐,澄定己心,過去、現在、未來之念都不著身心。這就是法界三昧地。
想自身頂上有一梵字「蘭」( ),此字遍有光明,如滿月。後化為三角形,上有紅色的火,此三角形火燒自己的身心。
誦咒:「蘭。」二十一遍。
能燒盡修行人一切的罪障也!
又:
修行人先以右手取念珠,捲於左手,又移到右手,二手蓮華合掌,捧念珠至頂上前方。
唸:「嗡。蘭。梭哈。」(一切清淨)
唸:「嗡。懷盧佳那。嘛拉。梭哈。」(珠清淨)
唸:「嗡。乏及拉。骨赫牙。嘎叭。三嘛耶。吽。(千轉輪咒)
這唸一句,就等於千句。
這是祕密法,也就是「千轉輪法」、「千轉壇法」。

☆ ...☆ ...☆ ...☆...☆...☆...☆...☆...☆...☆...☆...☆

perhatian : Segala penekunan Tantra harus memperoleh abhiseka silsilah dari seorang Vajra Acarya. Pertanyaan mengenai kiat metode ini harus ditanyakan kepada Vajra Acarya atau mengirim surat ke Vihara Vajra Garbha Taiwan, bukan untuk saling berkonsultasi antar sesama umat awam.

Dalam metode Sadhana Tantra, ada sebuah metode rahasya, yaitu Metode Memutar Cakra Seribu Kali 「千轉輪法 - qian zhuan lun fa 」,ada juga Mantra Memutar Cakra Seribu Kali『千轉輪咒 / Qian zhuan lun zhou』,ini juga merupakan salah satu dari metode yang menakjubkan.
Metode ini adalah : Sadhaka Tantra menjapa mantra satu kali, dengan menggunakan Metode Memutar Seribu Cakra, maka satu kali mantra ini, berubah menjadi seribu kali. Ini merupakan metode Tantra yang mengandung unsur upaya kausalya nan agung dari sebuah metode manifestasi.  

Pada saat menjalankan metode ini, terlebih dahulu bervisualisasi Dharmacakra, kemudian melantunkan gatha :

諸天神將護法輪,
Zhū tiānshén jiāng hù fǎlún,
Para Dewa Senapati pelindung Dharmacakra

我今祈轉千遍輪,
Wǒ jīn qí zhuǎn qiān biàn lún,
Saat ini aku mohon memutar cakra seribu kali

心如法來現密意,
Xīn rú fǎ lái xiàn mì yì,
Hati yang sesuai dengan Dharma menampilkan batin rahasya

一一如真光分明。
Yī yī rú zhēnguāng fēnmíng.
Satu per satu sejati memancarkan cahaya.

Dengan demikian, Dharmacakra berputar , di angkasa bermunculan sadhaka, sampai seribu orang, seribu orang ini adalah manifestasi diri sendiri, semuanya dimanifestasikan melalui Metode Memutar Dharmacakra Seribu Kali, semua manifestasi ini memenuhi angkasa ;

Kemudian bervisualisasi para sadhaka di angkasa beranjali dan menjapa mantra, satu kali penjapaan ini sama saja dengan penjapaan yang dilakukan oleh seribu orang, setelah menjapa menghaturkan penghormatan pada Buddha, kemudian menjapa lagi untuk yang kedua kalinya, setelah itu kembali menghormat pada Buddha, sehingga menjapa sepuluh kali juga memberikan penghormatan sepuluh kali, maka mantra ini sama saja dengan 10,000 kali.

Detail dari Metode Memutar Cakra Seribu Kali seperti di bawah ini :

Sadhaka duduk bersila , batin tenang dalam meditasi, tidak melekat pada batin masa lampau, saat ini dan yang akan datang. Ini adalah Dharmadhatu-samadhi.

Kemudian bervisualisasi di atas ubun-ubun ada satu bijaksara RAM (lihat foto ; dalam lafal Mahaguru adalah LAN), sekeliling aksara mantra ini bercahaya terang bagaikan rembulan purnama. Kemudian berubah menjadi segitiga yang diatasnya terdapat api berwarna merah, api yang meliputi segitiga tersebut membakar sampai sekujur tubuh sadhaka.

Melafal mantra : "LAN" 21 kali
(metode ini) mampu membakar semua karmawarana sadhaka !

Kemudian :

Sadhaka mengambil japamala dengan tangan kanan, kemudian di lingkarkan di tangan kiri, dipindah lagi ke tangan kanan, kedua telapak tangan membentuk padmanjali, mengangkat japamala di bagian depan atas ubun-ubun.

Lafalkan : 「Om。 LAN 。Suoha 。」(Semua termurnikan)
Lafalkan :「Om 。Huai Lu Jia Na 。 Ma La 。Suoha 。」( Japamala murni )
Lafalkan :「Om 。Fa Ji La 。Gu He Ya 。Ga Ba 。 San Ma Ya 。Hum 。(Mantra Memutar Cakra Seribu Kali)

Dengan demikian melafal satu kali sama saja dengan seribu kali.
Ini merupakan metode rahasya, ialah Metode Memutar Cakra Seribu Kali, Metode Melipatgandakan Seribu Kali .