Loading...

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, January 10, 2013

Nasehat Vajra Acarya Shi Lian-yin


Oleh : Sadhaka Zhen-fo

Ringkasan : 

Hanya mendengar ucapan Kakek Guru : "Aku sedang membantumu menyaring siswa..." 

Orang yang memandang Zhenfo Zong sebagai aliran sesat, sesungguhnya batin mereka sendirilah yang telah terlebih dahulu menyimpang , sehingga memandang yang lain semua adalah sesat.

Coba Anda lihat sadhaka agung di masa lampau, siapa yang gemar menjelek-jelekkan yang lain ? Seorang sadhaka agung tidak pernah memfitnah, mereka berkonsentrasi untuk membina diri masing-masing.

Mahaguru kita Dharmaraja Lian-sheng, Sheng-yen Lu, adalah orang yang sangat tulus , bicaranya juga sangat terus terang, tidak pernah membohongi siswa. Seperti Sadhana Tantra yang ditransmisikan oleh Mahaguru, asalkan Anda bertekad menekuninya dengan konsisten dan sungguh-sungguh, maka Anda pasti akan memperoleh realisasi.

Satu bulan lagi, akan genap 21 tahun saya telah melakukan pelayanan di Vihara Vajragarbha Rainbow.  Saya adalah orang China Daratan , orang Cina Daratan sangat realistis ; Apalagi saya adalah orang bagian Timur Laut yang pembawaannya terus terang, saya bisa menetap demikian lama , ini membuktikan bahwa Mahaguru sungguh merupakan Guru yang baik, sebab saya yang selama ini telah belajar Buddhisme di samping Mahaguru , sangat jelas dan memahami Beliau. . .

Apakah Dharma Tantra Zhen-fo ada kesalahannya ? untuk hal ini tidak pernah ada yang menyerang, apalagi banyak orang yang telah menekuninya dan memperoleh respon spiritual dan yukta.

***       ***       ***       ***

Sebuah dataran yang telah didera hujan angin, ia akan nampak lebih segar dan damai. Akhir-akhir ini , langkah Zhen-fo Zong justru tidak menjadi semakin kacau dikarenakan terpaan fitnah dari luar, justru keyakinan para siswa terhadap Mulacarya semakin kokoh, antar saudara Sedharma juga semakin bersatu. Sungguh ! Terima kasih pada semua adhistana dalam bentuk perlawanan itu !

Meskipun mengatakan hal tersebut, Vajra Acarya Shi Lian-yin dengan tulus mengungkapkan : "Hanya saja, karma buruk memfitnah Buddha sangat berat ! Kemunculan Bumi Dharmapala Satya-buddha bukanlah bertujuan untuk saling bertikai dengan pihak lawan, tujuan terpenting adalah untuk memberikan pengajaran kepada pihak lawan, ini merupakan penerapan maitri-karuna Buddha Bodhisattva. Mengharap supaya mereka tidak terus melakukan hal semacam itu, terlampau banyak berbuat karma buruk dan menghancurkan nyawa kebijaksanaan diri sendiri."

Vajra Acarya Shi Lian-ning yang barusan menjabat sebagai kepala bagian bendahara True Buddha Foundation yang ke 4 ini, berasal dari Harbin,  dulu beliau adalah seorang wakil pimpinan PACIFIC DEVELOPMENT COMPANY LIMITED dari Cina yang ditugaskan untuk menetap di Guam. Pada 1991 beliau bersarana pada Zhen-fo Zong, kemudian tahun berikutnya beliau menerima upasampada dari Dharmaraja Lian-sheng, menjadi seorang bhiksu pertama yang menerima sertifikat dari Zhen-fo Zong, dan menetap di Vihara Vajragarbha Rainbow di Seattle ( Dulunya adalah Rainbow Villa ). Selama bertahun-tahun ini, di Vihara Vajragarbha Rainbow, Acarya meneladani semangat kerja keras dalam bhavana yang dipraktekkan oleh Guru Milarepa, beliau bangun pagi setiap jam 5:30 dan tidur tiap malam jam 10:30. Seharian penuh digunakan untuk menekuni Sadhana Tantra Zhen-fo, dari Guru-yoga sampai enam kali pelatihan pembangkitan kundalini, Badrakumba Pranayama, anasrava dan lain sebagainya , sampai saat ini mampu menahan nafas selama 3 menit ; Kemudian satu hal lagi yang perlu diketahui, sudah lama beliau telah menyelesaikan seribu kali Api Homa Acalanatha Vidyaraja.

Mendengar ada orang yang bermaksud jahat memfitnah Zhenfo Zong, memfitnah Mahaguru Buddha, Acarya Shi Lian-yin angkat suara : "Apakah pilihan dan keputusan saya lebih buruk daripada orang-orang tersebut ? Saya adalah seorang yang sangat mempunyai pandangan."  , "Satu bulan lagi, genap sudah 21 tahun saya menetap di Vihara Vajragarbha Rainbow, saya adalah orang China mainland, orang China Mainland sangat realistis, apalagi saya adalah orang bagian Timur Laut yang bersifat terus terang, saya bisa memberikan pelayanan demikian lama, ini membuktikan bahwa Mahaguru sungguh merupakan Guru yang baik. Dharmaraja Lian-sheng , Sheng-yen Lu adalah Guru yang sangat baik ! Kita semua sangat memiliki pandangan yang baik dan memiliki Prajna, sedangkan mereka yang meninggalkan Mahaguru adalah orang yang tidak memiliki pandangan baik."

Sungguh, Acarya Shi Lianyin merupakan salah seorang Dharmapala yang telah membabarkan Dharma demikian lama, telah melihat banyak hal dan yang mengenal paling dalam , serta paling memiliki kepantasan untuk bicara.

"Orang-orang yang memandang Zhen-fo Zong sebagai aliran sesat, sesungguhnya batin mereka sendirilah yang terlebih dahulu telah ada penyimpangan, barulah dia melihat orang lain sebagai sesat." Acarya Lian-yin memberikan contoh, Buddhisme mengajarkan : "Maha-maitri pada yang tidak berafinitas sekalipun. Maha-karuna menolong para insan seperti menjaga diri sendiri." Mahaguru juga memberikan tuntunan tanpa membeda-bedakan, dikarenakan para insan mempunyai Sifat Kebuddhaan, maka sekalipun pada seorang narapidana dan wanita tunasusila, Mahaguru tetap menuntun mereka.  Semua ini hanyalah sebuah perubahan nidana dalam ruang dan waktu. Acarya berpendapat : "Sebagian kecil orang yang keluar dari Zhen-fo Zong dan kemudian balik menyerang, ini membuktikan bahwa di dalam sekte mereka ingin memperoleh sesuatu namun tidak berhasil memperolehnya, sehingga timbullah kebencian mereka." , " Saya lihat beberapa orang tersebut sungguh patut dikasihani, sebab seorang sadhaka sejati seharusnya tiada mengejar hal-hal fana tersebut, hanya berkonsentrasi pada bhavana diri, untuk apa masih meributkan apa yang bisa dan tidak bisa dikuasainya. Coba Anda lihat sadhaka agung di masa lampau, mana yang gemar menjelek-jelekkan orang lain ? Sadhaka Agung tidak pernah memfitnah orang lain, mereka hanya berkonsentrasi pada bhavana masing-masing, atau bahkan justru mereka sendiri yang menerima fitnahan orang." , "Buat apa oknum-oknum itu demikian ribut ? Sebab itu semua sama sekali tidak mempengaruhi Mahaguru, namun dikarenakan hati Bodhisattva maitri-karuna, tidak tega melihat mereka terus berbuat karma buruk menambah banyak penderitaan tumimbal lahir, maka masih berharap untuk menuntun mereka."

Menurut pengamatan mendalam dari Acarya Shi Lianyin selama bertahun - tahun ini, sungguh merupakan sebuah berkah karunia yang sangat agung sehingga dalam kehidupan saat ini dapat berjumpa dengan Mahaguru, ini juga merupakan berkah karunia yang hendaknya dihargai dengan sebaik-baiknya. Acarya memberitahukan pada semua Saudara/i Sedharma : "Mahaguru kita Dharmaraja Lian-sheng, Sheng-yen Lu, adalah orang yang sangat jujur apa adanya, ucapan beliau jujur, sama sekali tidak pernah menipu siswa. Seperti sadhana Tantra yang ditransmisikan oleh Mahaguru, asalkan Anda bertekad menekuninya dengan konsisten, maka pasti Anda memperoleh realisasi, dengan demikian membuktikan kesejatian bimbingan dan ajaran Mahaguru. Oleh karena itu asalkan Anda menekuni Sadhana Tantra Zhenfo dengan dibarengi ketaatan pada sila, maka akan timbul respon spiritual yang sangat agung, pasti akan berhasil. Saya sendiri merupakan saksi yang masih hidup." , "Kembali mengamati oknum-oknum yang memfitnah Zhenfo Zong, mereka sama sekali tidak menekuni Sadhana Tantra Zhenfo , bahkan ada yang menyebut dirinya sendiri telah mencapai pencerahan, tapi kebenciannya sangat pekat, sungguh beda jauh sekali."

Acarya Shi Lianyin melanjutkan : "Hati Mahaguru sangat lembut, tidak peduli siswa memohon apa, Beliau selalu berusaha memenuhinya.  Mahaguru juga merupakan seorang yang memiliki Dharmabala yang sangat agung, namun Beliau tidak pernah mempertunjukkan diri sendiri. Beberapa tahun ini Mahaguru banyak mentransmisikan metode - metode berharga yang disesuaikan dengan akar pembawaan para insan demi memberikan manfaat pada insan luas, namun semua pujana bagi transmisi Sadhana dan  abhiseka adalah sukarela." , "Di dunia ini, dimana lagi Anda bisa berjumpa dengan seorang Guru yang demikian maitri-karuna, penuh kesejatian dan tanpa ego membaktikan diri bagi para insan ?" Acarya berharap supaya semua mau bertanya sejenak pada diri masing-masing, "Oleh karena itu, jangan sampai telah memperoleh ini semua dengan mudah namun masih saja berbuat karma buruk,"

Meskipun Acarya Shi Lian-yin dihormati sebagai seorang siswa senior yang terhormat di Zhen-fo Zong, namun beliau senantiasa ingat ajaran bahwa : "Satu hari menjadi Guru, maka seumur hidup siswa hendaknya memperlakukan beliau sebagai bapa kebijaksanaan diri sendiri." senantiasa menjaga perilaku dan sikap , mentaati sila dan aturan, serta tidak mau sembarangan mengacuhkan pengendalian diri.

Mengenai fitnahan dari luar mengenai sikap Gurudara terhadap Mahaguru, Acarya mengatakan : "Gurudara sangat mendukung Mahaguru, bahkan dalam banyak Dharmadesana Mahaguru meneguhkan bahwa seumur hidup Gurudara merupakan orang yang paling berkemampuan dalam melayani Mahaguru. Jangan terlampau menghiraukan gosip di luaran, lihatlah kenyataan sampai saat ini,  Gurudara masih terus teguh menyertai Mahaguru, ini sudah merupakan bukti bahwa Mahaguru merupakan seorang Guru yang paling pantas untuk didukung."

Mengenai berbagai macam fitnahan dari luar, Acarya memberikan sebuah contoh mengenai kenapa Kakek Guru mengatakan hal yang sebaliknya dibelakang Mahaguru, "Saat itu ada umat yang pergi pada Kakek Guru, dan bertanya kepada Kakek Guru , apakah Mahaguru adalah Buddha ? Kemudian Kakek Guru menjawab : "Sheng-yen Lu Buddha apa ? Buddha palsu." Mendengar ini, beberapa siswa langsung luntur keyakinannya. Kemudian Mahaguru bertanya kepada Kakek Guru kenapa dibelakang berkata seperti itu, Kakek Guru hanya mengatakan : "Aku sedang membantumu dalam menyaring siswa !" Acarya juga mengingatkan semua Saudara/i Sedharma : "Saat Mahaguru menyepi selama 3 tahun merealisasi Kebuddhaan, siapakah yang melayani disamping Mahaguru ? Siapa diantara kita para siswa yang ada disamping Mahaguru untuk mendukung Mahaguru dalam merealisasi Kebuddhaan ? Tidak ada, hanya ada Gurudara. "," Mahaguru adalah Guru, sedangkan Gurudara adalah Ibu Guru, Beliau semuanya adalah senior kita, dan yang junior sama sekali tidak berhak untuk mengkritik. Ini barulah siswa yang baik."

Ada sebuah pepatah " Saat Anda hanya ingin menjelek-jelekkan seseorang, tidak perlu mencari sebuah dalih yang tepat." , diantara ombak fitnahan pada Zhenfo Zong, para pemfitnah hanya mengulang-ulang seputar masalah wanita, prediksi yang tidak tepat dan menduplikasi "Kitab Perkumpulan Muasal Lima Pelita."

Acarya Shi Lian-yin menjelaskan : "Oleh karena itulah, itu menandakan batin yang mendiskriminasi. Saat batin seseorang dalam kondisi tidak benar, maka ia akan melihat segala sesuatu dengan tidak benar,  saat batinnya penuh hal-hal amoral, maka ia akan melihat segala sesuatu dengan pandangan amoral. Jika batin dalam kondisi benar, sama sekali tidak ada masalah apapun. Mata mereka hanya melihat wanita, padahal sesungguhnya disamping Mahaguru juga banyak umat pria yang senantiasa menyertai. Guru Leluhur Tantra, Padmasambhava dan Milarepa, dulu juga banyak disertai oleh umat wanita, kenapa hanya mempermasalahkan Mahaguru. Apalagi permasalahan beberapa siswa wanita itu hanya seputar kedengkian dan perebutan hal yang tidak berguna. Sesungguhnya bagi para siswa wanita yang benar-benar meneladani Mahaguru, Mahaguru telah menggunakan cara yang sangat terang dalam menuntun mereka menapaki jalan bhavana, banyak orang yang saat ini sangat baik dalam bhavananya, hal ini terlihat oleh kita."

Selain itu, Mahaguru menulis "Kitab Perkumpulan Muasal Lima Pelita." termasuk dalam buku mengenai paramarthasatya, sesungguhnya juga merupakan sebuah upaya kausalya, demi menuntun para insan melebur dalam Buddha-jnana.  Acarya Shi Lianyin mengharap supaya para pemfitnah memperluas pandangannya,jangan hanya bisa mengada-ada. Sesungguhnya hal yang patut memperoleh perhatian adalah : Apakah Sadhana Tantra Zhenfo terdapat hal yang keliru ? Selama ini tidak ada orang yang menyerang hal ini, apalagi yang terpenting adalah banyak orang menekuni sadhana ini dan memperoleh kontak spiritual, dan memperoleh yukta. "Mohon tanya, Guru mana yang berani menjamin asalkan sehari bersadhana sekali pasti dapat terlahir di negeri Buddha ? Atau dengan menjapa Mantra Hati Guru 8 juta kali, maupun Mantra Mahamayuri Vidyarajni 600 ribu kali, dijamin terlahir di Negeri Buddha ? Hanya di Zhenfo Zong !"

Acarya Shi Lianyin menyatakan, yang paling utama dalam bhavana adalah merealisasi pembebasan final, kemudian kembali untuk menuntun insan, mengenai metode-metode lainnya, termasuk iddhi (kekuatan spiritual), semua itu hanyalah upaya kausalya sesaat. Saat Sakyamuni Buddha menetap di dunia, di dunia juga banyak terjadi bencana, namun di dalam sutra juga tidak ada prediksi tersebut, sebab semua itu bukanlah hal yang final, apa yang sepatutnya terjadi di dunia fana, pasti akan terjadi, ini merupakan karma bersama. Oleh karena itu hal-hal semacam itu tidak bisa digunakan untuk memutuskan apakah Mahaguru adalah Buddha sejati atau Buddha palsu. Segalanya hanya sebuah upaya kausalya, tidak ada hubungannya dengan mencapai atau tidak mencapai Kebuddhaan. Meskipun ada kalanya Mahaguru akan memberikan pernyataan, namun tujuan utamanya adalah memberikan keyakinan lebih banyak pada para insan, hanya untuk menambah faktor pendukung bhavana.

Mahaguru Dharmaraja Lian-sheng pernah mengatakan : Pujana terbesar adalah ketekunan bhavana.
Acarya Shi Lian-yin mengharap supaya saudara/i Sedharma Satyabuddha tidak terpengaruh gangguan tersebut, pandanglah hal tersebut sebagai ujian, terus berbhavana dengan sepenuh hati, maka kita semua pasti dapat mencapai realisasi.Terhadap para pemfitnah, Acarya mengharap supaya mereka juga dapat menghargai nyawa kebijaksanaan diri sendiri, jangan setiap hari batin terus demikian terombang ambing tak terkendali. Kita semua memiliki afinitas dengan Buddha, maka konsentrasilah untuk menghayati sutra Buddha, Dharma, dan menginsafi apakah tujuan sebenarnya diri sendiri terlahir di dunia ini ? yang terutama adalah melatih diri sendiri dengan sebaik-baiknya, jangan menghamburkan masa kehidupan yang demikian berharga, dan jangan menyia-nyiakan afinitas dengan Mahaguru.

Pada akhir 2011, Mahaguru telah selesai dengan sempurna dalam mengulas Sutra Altar Patriak ke 6, tiap aksara di dalamnya adalah Prajna, tiap kalimat di dalamnya sangat mendalam menuntun insan untuk berkontemplasi.  Acarya Shi Lianyin mengambil contoh ucapan Patriak ke Enam : "Tidak berpikir bajik , tidak berpikir jahat." ini bermakna wajah sejati kita, semoga semua tekun dalam bhavana, masing-masing tekun melakukan perenungan Dharma. Disini, penulis juga ingin berbagi satu kalimat kepada para pembaca yang berjodoh. Suatu ketika Patriak ke 6 Huineng berjumpa dengan Patriak ke 5 Hongren dan berkata : "Batin siswa senantiasa melahirkan Prajna.". Maknanya adalah para insan merupakan Guru ku, termasuk pepohonan, bunga, rumput dan lain sebagainya, segala kondiri yang bersentuhan dengan enam indera, berjumpa apapun dimanapun, semua itu adalah Guru, dengan demikian barulah terbuka Prajna di hati. Namun bagaimana dengan insan fana ? saat enam indera bersentuhan dengan segala hal diluar,  hanya menghasilkan kerisauan, terjerumus dalam keserakahan, kecintaan dan timbul kerisauan ; Jika tidak sesuai dengan keinginan sendiri, maka timbul kebencian, dari kebencian timbul kerisauan. Disinilah letak perbedaan antara awam dengan suciwan.

The Light of Asia (and the World)

Sir Edwin Arnold (BuddhaNet.net); Wisdom Quarterly
Book The First
The Scripture of the Saviour of the World,
Lord Buddha--Prince Siddartha styled on earth
In Earth and Heavens and Hells Incomparable,
All-honoured, Wisest, Best, most Pitiful;
The Teacher of Nirvana and the Law [Dharma].

Then came he to be born again for [humans].

Setaketu, Tusita world, high in Sense Sphere
Below the highest sphere four Regents sit
Who rule our world, and under them are zones
Nearer, but high, where saintliest spirits dead
Wait thrice ten thousand years, then live again;
And on Lord Buddha, waiting in that sky,
Came for our sakes the five sure signs of birth
So that the Devas knew the signs, and said
"Buddha will go again to help the World."
"Yea!" spake He, "now I go to help the World.
This last of many times; for birth and death
End hence for me and those who learn my Law.
I will go down among the Sakyas,
Under the southward snows of Himalay,
Where pious people live and a just King."

That night the wife of King Suddhodana,
Maya the Queen, asleep beside her Lord,
Dreamed a strange dream; dreamed that a star
from heaven--

Splendid, six-rayed, in colour rosy-pearl,
Whereof the token was an Elephant
Six-tusked and whiter than Vahuka's milk--
Shot through the void and, shining into her,
Entered her womb upon the right. Awaked,
Bliss beyond mortal mother's filled her breast,
And over half the earth a lovely light
Forewent the morn. The strong hills shook; the waves
Sank lulled; all flowers that blow by day came forth
As 't were high noon; down to the farthest hells
Passed the Queen's joy, as when warm sunshine thrills
Wood-glooms to gold, and into all the deeps
A tender whisper pierced. "Oh ye," it said,
"The dead that are to live, the live who die,
 
Setaketu ("White Banner") reborn as Siddhartha ("Wish-Fulfilled") finally awakened.
 
Uprise, and hear, and hope! Buddha is come!"
Whereat in Limbos numberless much peace
Spread, and the world's heart throbbed, and a wind blew
With unknown freshness over lands and seas.
And when the morning dawned, and this was told,
The grey dream-readers said "The dream is good!
The Crab is in conjunction with the Sun;
The Queen shall bear a boy, a holy child
Of wondrous wisdom, profiting all flesh,
Who shall deliver men from ignorance,
Or rule the world, if he will deign to rule." More

Particle Physics in Pasadena (Caltech)

Douglas Smith, Caltech Media Relations, Watson lecture preview (caltech.edu); Ashley Wells, Pat Macpherson, Dhr. Seven, Wisdom Quarterly
The physics of the Large Hadron Collider explained at Caltech's Beckman Auditorium, Wednesday, Jan. 9, 2013 (Wisdom Quarterly/Wells)
  
Prof. Harvey Newman, Watson Lecture (WQ)
What is the origin(s) of the universe? What are its dimensions? What are its primary causes and supportive conditions?
 
We know (or at least can know with certainty). But here, Science, have a crack at it. And remember to show your work when you produce the final equation you call an answer!
  
The growing field of particle physics is homing in on kalapas, the subatomic "particles of perception" the Buddha pointed out when he discussed ultimate-materiality.

Buddhist physics speaks of qualities of materiality (rupa) rather than tangible material realities as such. These subatomic building-blocks are more like aspects of blocks rather than amorphous blocks. These "elements," qualities, or features of material are spoken of as indirectly perceptible in profoundly elevated states of consciousness during meditation on the Four Elements (which, it cannot be emphasized enough, are not elementary particles but fundamental qualities of kalapas) and other Abhidharma practices.

Desktop Buddha (Koba53/flickr.com)
Those who have seen such minute and almost unimaginable particles -- and we know more than one English speaker who has -- universally state that they look nothing like idealized "atom" posters in science classrooms. Unfortunately, they do not say much about how they do look because seeing is replaced by knowing-and-seeing. It goes deeper than observation to intimately/intuitive certainty and understanding of what is being seen.
 
But how could something that moves so fast ever be tracked by conscious-awareness? This is a great question! The Buddha could not come up with a simile for the speed of ultimate realities and settled for the time it takes a speeding arrow to traverse the shadow of a tree as a poor approximation. (This is a very inferior example that merely suggests something far too fast to even take note of; we would never see it coming).

Conscious awareness cannot take note of the arising-turning-passing of such realities. Fortunately, however, there is something faster than the fastest particle, faster than the fastest transformation, faster than the fastest material process. And that some-"thing" is consciousness (cittas, mind-moments).
 
This psychological or conscious-process can track the material-process because there are more impulsions (javanas) transpiring within a mind-moment than the phases of a kalapa, which lasts a moment. Having recorded it, one can play the track of a kalapa-process back, slowed down, for review in the mind-door. This when done correctly can lead to liberating insight in that it reveals the Three Marks of all phenomena. They are radically impermanent, hopelessly unsatisfactory, and utterly impersonal.

Performing this "reviewing" allows the successful meditator, having emerged from mind/heart intensifying and purifying absorptions (jhanas), to perceive the impossible -- to directly know-and-see physical reality. One does not take it on faith and is not liberated by faith, but rather by wisdom. The truth itself sets one free, for how could the heart/mind continue to cling to phenomena marked by such characteristics as one has just seen and can see again if one begins to doubt. Seeing replaces believing with complete certainty.

Alas, who will listen to such reports? Such knowledge-and-vision benefits only the perceivers. So if we would benefit, we must see for ourselves. Seeing will be believing -- when we see it for ourselves.

What does physics offer (besides lots of math homework)? Dr. Newman quoted Einstein, the post-lecture Q&A period, that it is far more amazing that things are comprehensible. That is the unlikely thing, and how amazing that math describes anything. Science is trying to make the subjective experience of the perceiver a universal, replicable experience. I don't know about you, but I've never replicated anyone's physics experiment, anyone's data, anyone's logical deductions. I take it on faith, I take it on authority, I take it as "handed down" by jargon-uttering elders in black robes and mortarboards.
 
And that's good enough; it doesn't change my inner-life, try as I might to have it change my attitude and outlook. But Buddhism makes particle physics a firsthand experience no one will believe, whereas "science" makes personal experience an academic report about an artificial experiment someone else concocted and carried out then reported on with some peer review of the alleged results and their meaning.
 
(If you ever want to doubt the "God particle," the Higgs boson, listen to firsthand reports by researchers at the LHC; their cautious pleas for not jumping to conclusions and adamant assertions that "more research is needed" do more to convince onlookers that little good is coming out of these grand endeavors beyond the financial support of the priestly duties of our current Brahmin Caste and their mantra-like mathematically-based mysterious-machinations).
 
But we were eager to hear it firsthand. And the one thing Dr. Newman said with certainty was that the Standard Model was wrong (deficient, incomplete, incompatible with observable results so far, but there is not yet a better theory to align itself with the data and make that data believable -- almost as if reality had to adjust to our limited descriptions and depictions of it before science would be happy). The best part came at the end when fewer than 1% of the audience stayed behind to ask questions. Everyone else just clapped and ran out.
  
LHC kingpin at Caltech
Douglas Smith (Caltech.edu) Q&A with Dr. Newman
The secret is the micro looks like the macro, but that's as far as it goes.  Look here, look there, read Plato. And still until you SEE-AND-KNOW, it's all for naught anyhow.
 
Professor of physics Harvey Newman has been searching for signs of dark matter, extra dimensions, and the elusive Higgs particle at the Large Hadron Collider in Geneva, Switzerland. 
 
He reported from the high-energy frontier of particle physics on Wednesday night (Jan. 9, 2013) during the Watson Lecture Series at Caltech. His talk was open to the public and packed.

Q: What do you do?
A: I'm a high-energy physicist. Together with my colleague, Professor of physics Maria Spiropulu, we explore the forces and matter that make up our universe, using the highest energies one can [at this time] achieve at particle accelerators. [But we already have the means of going higher, and we will when we swap out decaying equipment with more powerful replacement parts.] These energies are now found in Switzerland, where CERN, the European Organization for Nuclear Research, sends protons traveling at 99.999997 percent of the speed of light crashing head-on into one another inside the Large Hadron Collider, better known as the LHC.

The LHC has two general-purpose detectors -- our experiment, the Compact Muon Solenoid, or CMS, and ATLAS. "Compact" means "dense" not "small," and our experiment is relatively compact. It's only as tall as a four-story building, as opposed to ATLAS, which is like a six-story building.

Our lab had a primary role in designing the CMS's electromagnetic calorimeter, which detects high-energy photons and electrons using 76,000 crystals of lead tungstate. These crystals, which Caltech helped develop, together weigh 90 tons, and if they weren't so dense we would need even more of them in order to collect all those particles. And we need to see every particle, as we are looking for pairs of photons -- a key signature of the Higgs particle that we've been focusing on for decades. We had first hints by the end of 2011, and by July 2012, CMS and ATLAS had accumulated sufficient evidence to announce the discovery of a Higgs-like particle.

Close up of one slide in a dense and extensive PowerPoint presentation (WQ)
 
Q: What is the Higgs, and why are you looking for it?
A: In 1964, Peter Higgs and others [but not Dr. Stephen Hawking] proposed the existence of a field that permeates all of space and would allow the generation of particle masses. The photon, which carries the electromagnetic force, has no mass, but the W and Z particles, which carry the weak force, do. But if you take the unified theory of the electromagnetic and weak interactions and try to put in a mass term for the W and one for the Z, the mathematics don't work. When you rewrite the theory to include the Higgs field, the Z and the W now have mass, the photon stays massless, and you get this other thing called the Higgs particle.

It is really quite amazing that relatively simple mathematical expressions describe how nature works. There's no reason for it, necessarily, but it is a characteristic of the world we live in. Fundamental expressions like F = ma [force equals mass times acceleration] have great predictive power in their own domains, and when you go outside those domains you have to look for something even more fundamental.
So it is for the so-called Standard Model of particle physics. It has been very successful until now, and yet we know that something lies beyond it. It does not have a candidate particle for dark matter, for example. It only describes normal matter, which is just four percent of the matter in the universe. And then there's dark energy, which we're not even sure has a "particles and fields" description. That's a frontier where we don't even know yet how to write things down. The Standard Model also does not work in the early universe. If you calculate the mass of the Higgs particle, the calculation blows up when we get to an energy scale that lies between where the universe is today and the moment of the Big Bang.

Caltech has a central role in the search for dark matter and whatever else lies beyond the Standard Model. It's a never-ending journey, and one that has inspired students at Caltech for decades.
Q: How did you get into this line of work?
A: I was in the fourth grade in PS 225 in Brooklyn, and one day Mrs. DeSimone put out a cart of books that went way beyond what was in our class. I read them all from end to end, and then I started to read everything in sight.... More
  • NOTE: The entire slide presentation is available at his website or through personal email (faculty at caltech.edu); however, photos and recording were not allowed during the presentation. Ours were taken before and after. Maybe the next Watson lecture on social science will be better:
Will you marry me? You, me, and Wolfman?
(Watson Lecture Series with Prof. Tracy K. Dennison on Marriage and Economic Development in the Past) Before industrialization, people married young and lived in extended families with several generations under the same roof -- or so the story goes. In parts of Europe, however, our "modern" pattern -- late age at first marriage combined with nuclear family households -- goes back many centuries, leading some researchers to wonder if this very pattern actually brought about the Industrial Revolution and early economic growth in the West.

The Story of Setaketu (Bodhisat)

"The Great Chronicle of The Buddhas" (Maha Buddhavamsa), Tipitakadhara Mingun Sayadaw, edited and translated by U Ko Lay and U Tin Lwi; further intensive editing Wisdom Quarterly

Setaketu (Santusita) in Tusita world
The deva Setaketu, the future Buddha, enjoyed the supreme deva bliss in the [space] abode of Tusita for 4,000 years according to deva-time reckoning (which is equivalent to 576,000,000 years in the human world).
 
Then 1,000 human years before the end of his life-span in the Tusita world, divinities (brahmas) of the Pure Abodes (suddhavasa) proclaimed:

"Friends, 1,000 years from today there will appear in the human world an omniscient buddha!"
 
Because of this proclamation from the vault of the deva world, the uproar (buddha kolahala) announcing the appearance of a buddha, "An omniscient buddha will be appearing! An omniscient buddha will be appearing!" reverberated across the entire human world 1,000 years ahead of the event [Note 1].

The Devas' Request
On hearing the uproar announcing the advent of a buddha, the deva kings of the 10,000 world-systems -- such as the Four Great Sky Kings (near earth orbit rulers), Sakka, Suyama, Santusita (6th Heaven, Para-nimmita-vasavatti), Sunimmita, Vasavatti, and all Great-Brahmas congregated in a certain [galaxy or world-system] to hold a discussion on the Bodhisat (Bodhisattva) whose deva life-span had only seven days remaining, by human reckoning, and whose approaching end of life had become manifest through five predictive signs. 
 
Then they all approached the deva Setaketu with their hands joined in adoration and made this request:
 
"O deva Bodhisat [Buddha-to-be], you have completely fulfilled the Ten Perfections, not with the desire to gain the bliss of Sakka [Michael or Thor, Lord of Lords (of Tavatimsa) and King of Kings (in the Realm of the Four Great Kings], of Mara (in Brahma's Retinue or 7th Heaven), of Brahma (in the Maha Brahma deva loka), or of a Universal Monarch (on Earth). You have fulfilled these perfections aspiring for all-knowing buddhahood in order to acquire for yourself freedom from the three worlds (spheres) as well as to liberate the multitudes of humans, devas ["shining ones"], and brahmas ["creative divinities," supremos].
 
"O deva Bodhisat, this is the most propitious time for you to become an omniscient awakened teacher! This is truly the right moment to become an omniscient awakened teacher! Therefore, take conception in the womb of the human world. And after attaining the supreme enlightenment of a teacher, liberate humans, devas, and brahmas from the round of suffering/rebirth (samsara) by teaching the Dharma of deathlessness: nirvana."

The Five Great Investigations
The deva Bodhisat Setaketu did not hastily consent to the supplication of the devas and brahmas who had come together from the 10,000 world-systems. Instead, in line with the tradition of previous bodhisattas, he made five great investigations:

(1) Is it the appropriate time for the appearance of a buddha?

(2) Is there an appropriate world (dipa, island, continent, planet, light) for the appearance of a buddha?

(3) Is there an appropriate land for the appearance of a buddha?

(4) Is there an appropriate family into which to be reborn (in a final existence)?

(5) Is it the appropriate span of life of a bodhisatta's mother. More

NOTE: With reference to the name of the Buddha-to-be as a deva, it was Santusita according to the chapter on Ratanasankama, Buddhavamsa which in Pali reads: Yada'ham tusite kaye santusito nama'ham tada. Also in the commentary to the Buddhavamsa and Jinalankara Tika the same name is mentioned. But in the exposition of the Pubbenivasa-katha, Veranja-kanda of the Parajika commentary, and in the exposition of the Bhayabherava Sutra of the Mulapanasa commentary, his name is given as Setaketu ["White Banner"]. Moreover, successive authors of Burmese chronicles or Buddhavamsas such as the Tathagata-Udana Dipani, Malalankara Vatthu, Jinatthapakasani, etc., give Setaketu as the name of the deva. Therefore, it has been explained by various teachers that Santusita was a common name derived from Tusita -- the name of the celestial abode (space world) -- whereas Setaketu was the proper name that specifically refers to the deva who would become Prince Siddhartha the Buddha Gautama.

Opera PC browser 12.12 Windows Mac Linux Free Download

Opera PC browser 12.12 Opera is the browser that was designed to work on many different devices and software platforms. Now, we’ve enhanced our support for the most popular operating systems in use today. With basic touch support for Opera in both Windows 7 and Windows 8 Classic, you’ll have the functionality you want at your fingertips.

Apple users will be able to take full advantage of Retina Display when using Opera on Macs. In addition, those on OS X Mountain Lion can use Mountain Lion’s built-in share function to share your latest favourite link, photo, video or comment instantly with the rest of the world. You’ll also be able to receive Opera notifications in the Mountain Lion Notification Centre.
Finally, this version of Opera also offers improved compatibility and interoperability with sites all over the web, thanks to support for a variety of both prefixed and unprovoked CSS
properties.

Look inside tabs

When you hover the mouse pointer over a tab, a preview shows you the content of that page. When you stack tabs, hovering over a stack also shows a preview of the tabs within, and you may select the tab you want to use..

Stay in control of downloads

Download files more quickly. As soon as you click a file to save it, the Opera browser starts downloading it, so there’s no wasted time. From the Downloads tab, you can keep track of the progress of downloads and pause and resume them as needed.

Keep your browsing private

Using a private tab or window ensures that evidence of your browsing history is removed as soon as the tab or window is closed. Now, it is safer to do your banking from a public computer or easier to plan that surprise vacation.

Sestem Recommended
RAM   256 MB &  128MB
100   MB &   30 MB  Of Free Disk Space
Windows XP Vista 7 Windows 8 


Instructions

Download and Extract  Data with  WinRAR 
Password=gulammujadad.blogspot.com


PASSWORD=gulammujadad.blogspot.com

Jawaban Chen Yanhua atas Tanggapan SHC (1)

Penulis: Lianhua Yanhua (蓮花彥樺)

SHC, setelah membaca tanggapanmu, kurang elok kalau saya tidak membalasnya, silahkan juga anda baca jawabanku.

Saya menulis artikel ‘Saya dan Sosok SHC Yang Saya Kenal’ tujuannya adalah, di satu sisi untuk meluruskan pandangan khalayak ramai, kedua adalah untuk menyembuhkan dan menyelamatkan hati orang, berharap kamu SHC dapat mengakui kebohonganmu, bertobat dan memulai hidup baru, menjadi manusia baru. Namun melihatmu selalu menggunakan lebih banyak kebohongan lagi untuk memoles diri, mendiskreditkan orang lain, saya hanya bisa tanpa tanggung-tanggung lagi menguakkan semua kebohonganmu satu demi satu, agar kebohonganmu pada dunia sekali lagi menjadi jelas bagi seluruh dunia!
Kamu (SHC) berkata:

Sebenarnya saya tidak begitu mengerti kamu, kita hanya pernah bersama-sama melakukan kerja sukarela di vihara, bersama-sama menari untuk persembahan, hari-hari biasa jarang mengobrol, jarang bersama.
Saya ingat suatu kali, kamu ingin saya membantumu mengoleskan body lotion, lalu kamu bilang juga ingin mengoleskan saya, saat kamu berada di belakang saya mengoleskan lotion, kamu dengan sangat terkejut berkata, mengapa punggung saya ada bekas luka, luka ini adalah karena benturan yang kuat dari Sheng Yen Lu saat ia ingin saya berbaring, sehingga punggungku pun tergores ke lantai, saat itu saya sendiri tidak tahu telah terluka, kamulah yang memberitahuku baru saya tahu, tetapi saya tidak menjelaskan kenapa saya bisa terluka.

Sekali lagi kamu telah berbohong. Saat itu, kamu membawa seorang saudara sedharma dari Malaysia, kamu gunakan tatapan bermakna ganda untuk menatap Mahaguru, menggoyangkan tubuhmu, sengaja tidak sengaja menampilkan gerakan yang menggoda, menarikan apa yang kamu sebut sebagai tarian Malaysia, wah, terlalu….! Saya sungguh tidak mampu mempelajarinya, bagaimana bisa saya bersama-sama kamu mempersembahkan tarian itu (bisa meminta bukti dari Ling Shen Cing Tze Temple Seattle)!
Saya juga tidak pernah membantumu mengoleskan lotion. Saya tanya kamu, kamu bilang kita jarang berhubungan, jarang berkomunikasi, lalu bagaimana bisa kamu membuka punggungmu untuk saya usap, tidak terasa aneh kah? Kamu tidak ingin mengatakan, kita tidak terlalu akrab tetapi kita mandi bersama?
Kamu mengatakan tidak tahu telah terluka, sayalah yang memberitahumu, baru tahu ada luka. Lalu saat kamu masih belum tahu ada luka atau tidaknya, bagaimana bentuk luka itu dan telah luka berapa lama, lalu langsung memastikan adalah Mahaguru Lu, wah, Mahaguru Lu telah kena lotre! Kamu mengira kamu itu dewa ya!

Dalam kondisi normal, hanya gesekan dalam waktu lama baru akan menyebabkan kulit menjadi kasar, mohon tanys harus mengalami berapa kali gesekan, dampak dari berapa hari benturan baru akan kasar seperti kapalan di tangan? Apakah setiap kali tergores kamu tidak tahu? Apakah itu disebut tergores? Ini disebut luka dari pikiran jahatmu! Masih mengatakan saat itu terjadi benturan keras, telah terbentur dengan keras kamu masih tidak merasa sakit, masih tidak tahu samasekali, masuk akal kah ini?
Kamu (SHC) berkata:

Bukti Nyata tanggapan: kamu punya anak, punya suami, mengapa kamu bisa meninggalkan keluarga, tinggal lama di ‘Ling Shen Cing Tze Temple Seattle’? (tinggal lama dan tidak pulang ke rumah)
Pertama: Seandainya saya menetap lama di Seattle, lalu mengapa kamu bisa pergi ke Singapura dan menginap semalam di rumahku? Malam itu saya mengobrol dengan siapa? Di paspor saya ada catatan lengkap imigrasi. Saatnya tiba saya akan perlihatkan pada khalayak ramai. Kamu tidak memahami hal sebenarnya, sekali lagi kamu mengada-ngada, sebenarnya apa maksudmu?
Kedua, pergi ke tempat jauh untuk belajar ilmu, dari jaman dulu sampai sekarang memang selalu begitu. Apakah kamu tidak mengerti kekuatan tekad dari seorang sadhaka. Eh, saya telah lupa, kamu berkata sekarang kamu bukan lagi seorang sadhaka. Tetapi, kamu samasekali bukan seorang sadhaka, dan tidak memahami hati sadhaka, lalu berdasarkan apa kamu langsung mengukur hati seorang sadhaka? Kamu sengaja ingin mengatakan apa secara tersirat?

Ketiga, setiap kali kamu pergi dan tinggal di Seattle, apakah kamu selalu membawa suami dan anakmu? Kalau tidak membawa, mengapa kamu mau meninggalkan mereka?
SHC menulis:

Bukti Nyata tanggapan: terima kasih kamu masih ingat, para siswa bersama Sheng Yen Lu pergi ke Vancouver untuk menahbiskan Rupang Dimu di PTT Buddhist Society, para siswa termasuk Acarya dan biksu dari vihara, selalu berangkat bersama-sama dan pulang bersama-sama, Sheng Yen Lu mendengar kita 3 orang wanita menginap di kamar sebelahnya, ia segera meminta saya dan Aihua mengemudi mobil kembali ke Seattle, ucapan Sheng Yen Lu siapa yang berani melawan? Tengah malam hanya ada saya dan Aihua mengemudi mobil pulang, coba katakan, masuk akal tidak ini?

Kamu juga membenarkan hanya tinggal kamu sendiri yang menginap di kamar itu, jelas-jelas Sheng Yen Lu tahu kita bertiga wanita bisa saling menolong, tetapi hanya mau kamu sendiri yang tinggal dan tidur sendiri dalam satu kamar, begitu kesendirian, kesepian dan berbahaya, kamu bilang saudari sedharma A membawakan satu dua orang untuk berbagi kamar denganmu, akhirnya kamu membenarkan satu atau dua orang yang tinggal bersama denganmu, mereka adalah saksi penting kamu, siapa namanya? Orang apa? Benar atau tidaknya kamu telah diuntungkan oleh saudari sedharma A, kamu telah melaksanakan rencana dari Sheng Yen Lu.


a) Saat itu ada 4 orang. Di saya masih ada foto saudara sedharma yang tahun itu pergi ke Vancouverbersama-sama kamu.


b) Dalam ‘Mengungkapkan Wajah Asli Pendiri Zhenfo Zong Dharmaraja Lian Sheng Sheng Yen Lu’ (揭開[真佛宗]創辦人盧勝彥蓮生活佛的真面目) dalam satu artikel kamu menulis Mahaguru Lu berulang kali mengambil inisiatif memperkosa kamu (sejak Maret1997 sampai Juli 1999 baru berhenti), dan setiap kalinya sikapmu selalu tanpa pilihan, tetapi kali ini (1998), ada banyak kesempatan, mengapa Mahaguru Lu bisa secara tidak logis memerintahkan kamu pergi dan bukannya menginginkan kamu yang tinggal, berhubungan dengan kamu secara sendiri? Saat itu saya tidak melaporkan pada Mahaguru Lu hari kedua saya harus mengurus visa, lalu dalam situasi seperti ini, kalau Mahaguru Lu memerintahkan saya pulang, dan meninggalkan kamu sendiri bukankah itu lebih masuk akal? Apakah bukan kamu yang harus bersama Aihua pulang?

Pada saat yang sama mengapa sikapmu sepertinya sangat dirugikan, sangat kesepian dan sangat enggan? Mengatakan bagaimana mengemudikan mobil pulang ke Seattle begitu berbahayanya, dalam perjalanan pulang masih bertanya mengapa, masih terpikir dalam hati Sheng Yen Lu mengatur apa? Kepergianmu itu dengan berat hati! Mengapa sikap dalam artikel di depan dan di belakang berbeda begitu besar? Apakah kamu telah berbohong dalam artikel itu?

SHC menulis:
Jelas-jelas Sheng Yen Lu tahu kita wanita bertiga bisa saling memperhatikan, malah hanya ingin kamu sendiri yang tidur sendiri dalam satu kamar, begitu kesendirian, kesepian dan berbahayanya.
Yang kamu maksud bahaya di sini apa? Apakah maksudmu pemerkosaan? Bahkan namaku pun kamu bisa salah tulis, apakah mungkin kamu ada rasa welas asih seperti itu? Apakah dengan kamu tinggal maka akan sangat baik, sangat aman?

Ke empat: Tengah malam mengemudi pulang ke Seattle, benarkah sangat berbahaya? Para saudara sedharma setelah mendengarkan ceramah Dharma, tengah malam mengemudi pulang ke rumah itu hal yang biasa saja. Kalau betul begitu berbahaya, apakah saudara sedharma Aihua akan pulang. Sekalipun Mahaguru tidak menginginkan kalian tinggal di situ, kalian juga bisa tinggal di hotel yang lain, mohon jangan menjadikan suatu pernyataan yang logis menjadi tidak logis!

Seandainya masuk pengadilan, bukankah hal pertama yang harus disampaikan kepada hakim adalah bukti-buktimu, yang membuktikan kamu tidak memfitnah orang lain? Kamu jangan mengira kamu tidak mengatakan apa-apa berarti tidak memfitnah. Kalau hakim memutuskan kata-katamu dengan sangat jelas terkandung makna yang menyesatkan dan makna implisit, maka kamu harus menunjukkan bukti. Bagaimana bisa hakim membiarkan kamu maling teriak maling, sehingga pihak yang difitnah harus membuktikan diri sendiri bukan pencuri? Tampaknya kamu harus bersiap-siap, tanggung jawabmu tidak ringan!
Satu perkataan sambil lalu, pendukungmu di internet berteriak-teriak: Meekie dan Chen Yanhua beranikah kalian bersumpah masuk neraka: seandainya Sheng Yen Lu dan SHC telah melakukan perbuatan ini, kalian akan masuk neraka!!! Berani tidak??? Jangan omongkosong!!!

Ini sungguh luarbiasa lucu! Sungguh suatu tingkat ketidaksadaran karena kemarahan sudah sampai di ubun-ubun kepala. Saya dengan fakta pada saya menyanggah pemutarbalikan kebenaran oleh SHC, dia bermuslihat melalui fitnah kepada saya yang bersih untuk memfitnah Mahaguru Lu, kalian ingin saya bersumpah untuk membuktikan Mahaguru Lu dan SHC, tidakkah ini sangat tidak masuk akal? Kamu SHC bersiasat melalui fitnah kepadaku untuk selanjutnya memfitnah Mahaguru Lu, saya harus mengklarifikasi kebenarannya. Dan dalam artikel saya selalu mengatakan saya bertindak sebagai fakta dari orang yang terlibat langsung. Kalau bersumpah seperti kekonyolan yang kalian katakan, bukankah saya juga boleh bersumpah membuktikan pendukungmu dengan kamu ada kasus tertentu? Sungguh sangat jauh menyimpang dari pokok persoalannya! Sebelum kalian bicara sebaiknya pergi ke kelas pelatihan dulu saja, atau pergi belajar bagaimana orang yang normal dan berakal budi itu berbicara! Melihat pendukungmu itu sudah tampak keterlaluanmu dalam berbicara, hanya bisa mengarahkan kembali ujung tombak kepada Mahguru Lu, carilah di bawah tangga!
(bersambung…)