Loading...

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, August 9, 2011

Penyembuhan dengan Metode Vajrayana

Penyembuhan dengan Metode Vajrayana Oleh Maha Mula Acharya LianshengDiterjemahkan oleh Zhiwei Zhu Aku berumur 26 tahun ketika Aku mendapatkan berkat dengan dibukanya mata dewa oleh Bunda Emas Kolam Kumala. Kemudian Aku mendapat pewarisan 'Hu Huruf Gui' dan 'Hu Huruf Shang' dari Guru Tao, Qingzhen. Aku juga menerima pewarisan Vajrayana dari Guru lain, dan menjadi terkenal. Selama Aku tinggal di Taiwan, Aku pindah rumah beberapa kali untuk menghindari terlalu banyak perhatian dari orang. Karena...

Sadhana Wasikarana

Sadhana Wasikarana Oleh Maha Mula Acharya LianshengDiterjemahkan oleh Zhiwei Zhu Karma Yoga yaitu santika, paustika, wasikarana dan abhicaruka biasanya dikelompokkan sebagai kegiatan duniawi. Aku telah menulis cukup banyak tentang empat yoga ini dalam buku-Ku, dan Aku tidak akan mengulang lagi disini. Saat Aku memberikan pelayanan konsultasi, Aku amati rasa sakit yang dirasakan ketika keluarga tidak harmonis tidak kalah dari rasa sakit ketika orang sakit. Ini ketika suami istri sudah tidak saling...

Bisu dari Lahir

Bisu dari Lahir Oleh Maha Mula Acharya LianshengDiterjemahkan oleh Zhiwei Zhu Saat sedang menjelajah secara spiritual dalam samadhi, Aku bertemu satu pasangan yang dengan tulus berdoa kepada para Budha dan Bodhisatva memohon anak, akhirnya menerima tanggapan dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Namun, ketika anak itu tumbuh besar, ada satu cacat: anak itu bisu. Pasangan itu diberitahu bahwa mengaltarkan sebuah pratima porselin Guru mereka akan sangat berespon, maka mereka mengaltarkan sebuah...

Terkadang Dewa pun Hampir Tidak Dapat Menyelamatkan Diri

Terkadang Dewa pun Hampir Tidak Dapat Menyelamatkan Diri Oleh Maha Mula Acharya LianshengDiterjemahkan oleh Zhiwei Zhu Ketika berbicara tentang para Dewa, kebanyakan orang percaya bahwa para Dewa itu serba bisa dan jauh di atas manusia. Manusia harus berusaha menyenangkan hati para Dewa setiap waktu dengan kesopanan dan memberikan persembahan. Ada yang bahkan berjuang dengan mengorbankan hidup mereka yang berharga demi para Dewa. Sesungguhnya, kata 'Dewa' berarti Roh Bajik. Roh sesat tidak sama...

MUMPUNG BELUM TERLAMBAT…..

MUMPUNG BELUM TERLAMBAT…..Oleh : Tanhadi Pernahkah teman-teman se-Dhamma disini merenungkan dan meng-evaluasi diri sendiri, “DI ALAM MANAKAH AKU AKAN TERLAHIR KEMBALI SETELAH KEHIDUPAN INI BERAKHIR?” MINIMAL bahan pertimbangan kita adalah bertanya kepada diri sendiri “ sejauh manakah Saya telah melaksanakan PANCASILA BUDDHIS selama ini ?, yaitu : 1. Aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup* Sudah berapa banyakkah aku dengan “Sadar” telah melakukan “pembunuhan” makhluk hidup selama ini?* Sudah berapa banyakkah aku dengan “Sadar” telah “Menyelamatkan” makhluk hidup selama...

HUMOR SILA KE 5 Oleh : Tanhadi

HUMOR SILA KE 5Oleh : Tanhadi Ada umat Buddhis yang bertanya soal Pancasila Buddhis kepada seorang Bhikkhu senior .. Umat : Bante, setelah saya renungkan mengenai Pancasila Buddhis ini, diantara 5 sila itu sebenarnya hanya Sila ke 5 –lah yang tidak merugikan orang lain, makanya oleh Sang Buddha urutannya ditaruh di paling akhir , Berarti kalau hal itu dilakukan kan nggak apa-apa Bante ? Bhikkhu : Maksud lo...? coba jelaskan satu persatu..... Umat : Begini bante, Sila Pertama kan berbunyi “...tidak melakukan pembunuhan”, jadi kalau kita lakukan berarti ada orang lain...

10 RACUN DALAM DIRI

10 RACUN DALAM DIRI ·       Racun pertama : MenghindarGejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat. Antibodinya : Realitas Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasalingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan...

FALSAFAH TIKUS

FALSAFAH TIKUS Di dalam sebuah hutan, hiduplah seekor tikus ahli filsafat. Ia mengetahui satu hal yang tidak pernah diketahui hewan-hewan lain. Ia yakin bahwa gelisah bisa membunuh seseorang. Sebab, gelisah bisa membunuh kebahagiaan, memadamkan kilauan cahaya dan menghilangkan kenyamanan. Selain itu, kegelisahan juga bisa menghancurkan akal, batin dan fisik. Pada suatu hari, ia ingin mengajari teman-teman dan anak-anaknya dengan pelajaran tersebut. Tetapi sang tikus tidak ingin pelajarannya sekadar didengar dan dihafal saja. Ia ingin pelajaran itu dipraktekkan dan tertanam dalam sanubari. Ketika...