Loading...

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, September 4, 2008

Metteyya / Maitreya Bodhisattva = Muhammad SAW ???

Beberapa oknum umat Islam berusaha untuk mempropagandakan agamanya melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan kebenaran. Salah satunya berupa menyatakan bahwa dalam agama Buddha terdapat ramalan mengenai Muhammad SAW dimana mereka mengklaim bahwa Maitreya atau Metteyya yang ditunggu oleh umat Buddha sebagai Buddha masa depan tidak lain adalah Muhammad SAW. Seperti di: http://www.al-shia.com/html/id/servi...ama%20Lain.htm


Dalam Sutta Pitaka Dhiga Nikaya Sang Buddha menceritakan, pada zaman dahulu ada seorang maharaja dunia (cakkavatti) yang bernama Dalhanemi, memerintah dengan bijaksana, jujur dan adil. Pada saat itu umur manusia mencapai 80.000 tahun. Demikian pula keturunannya raja Cakkavatti kedua hingga ketujuh.

Namun pada saat pemerintahan raja kedelapan, kebijaksanaannya berkurang sehingga rakyatnya mulai merasakan kemiskinan sehingga terjadi pencurian dan pembunuhan. Sejak itu umur manusia berkurang menjadi 40.000 tahun, lalu 20.000 tahun dan lama kelamaan menjadi 100 tahun seperti sekarang ini.

Kelak akan tiba suatu masa ketika manusia hanya berusia 10 tahun dan umur 5 tahun merupakan usia perkawinan. Pada saat itu makanan seperti dadi susu, mentega, minyak tila, gula dan garam akan lenyap. Mereka akan memakan biji-bijian kurdusa.

Pada saat itu tidak ada lagi perbuatan baik, yang ada hanya kejahatan, mereka akan kawin dengan siapa saja, bagaikan hewan. Mereka membunuh siapa saja termasuk ibu, bapak, atau kakaknya.

Pada saat itu akan muncul pedang selama seminggu. Mereka akan melihat individu lain sebagai binatang liar. Dan pedang tajam akan selalu tersedia ditangan mereka, lalu dengan pedang itu mereka saling membunuh.

Sementara itu ada orang-orang tertentu yang sadar dan menyembunyikan diri ke hutan, gua-gua gunung dan hidup dengan akar-akar dan buah-buahan. Mereka akan melaksanakan hal itu selama seminggu dan pada hari ketujuh mereka keluar dengan selamat.

Sejak itu mereka mulai menanam kebajikan. Sehingga lama kelamaan umur mereka bertambah menjadi 20 tahun, 40, 60, 80 dan akhirnya mencapai batas 80.000 tahun. Pada saat itu akan muncul seorang raja bernama Sankha, yang jujur dan bijaksana. Dan akan muncul seorang Bhagava Arahat SammasamBuddha bernama MAITREYA yang sempurna bagaikan Buddha Gautama.





Beberapa oknum umat Islam berusaha untuk mempropagandakan agamanya melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan kebenaran. Salah satunya berupa menyatakan bahwa dalam agama Buddha terdapat ramalan mengenai Muhammad SAW dimana mereka mengklaim bahwa Maitreya atau Metteyya yang ditunggu oleh umat Buddha sebagai Buddha masa depan tidak lain adalah Muhammad SAW. Seperti di: http://www.al-shia.com/html/id/servi...ama%20Lain.htm

Mari kita meluruskan apa yang tidak lurus, sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman yang akan menimbulkan suatu permasalahan tersendiri ataupun pemutarbalikan fakta. Argumen ini ditujukan untuk membahas mengenai artikel : ”Muhammad SAW Menurut Pandangan Kitab Hindu Budha Dan Kristen”. Argumen kali ini untuk meluruskan pandangan salah mengenai keberadaan Muhammad SAW dalam kitab suci agama Buddha.

Pertama dimanapun di dunia ini, ketika kita bertanya apakah kitab suci agama Buddha ? Maka jawabannya adalah Tipitaka (bahasa Pali) atau Tripitaka (bahasa Sanskerta). Tipitaka itu sendiri merupakan kumpulan sabda-sabda Sang Buddha yang dikumpulkan setelah Sang Buddha wafat (parinibbana). Di sebut Tipitaka karena terdapat 3 (ti/tri) bagian, yaitu Vinaya Pitaka (peraturan para Bhikkhu), Sutta Pitaka (Kotbah panjang dan pendek Sang Buddha), dan Abhidhamma Pitaka (psikologi dan metafisika Buddhis). Dan di dalam Tipitaka terdapat 84.000 pokok ajaran, ratusan bahkan ribuan judul, sehingga dengan demikian Tipitaka tidak berbentuk suatu (satu) buku saja, tetapi ratusan buku.

The Gospel of Buddha, 1894 merupakan karya Paul Carus Ph.d. (banyak orang yang salah menulis nama Paul Carus menjadi Caras). Ia adalah seorang editor Jerman –Amerika. Ia menganggap dirinya "an atheist who loved God." Ia tertarik dengan Buddhisme dan ingin memperkenalkannya kepada dunia Barat sehingga ia mulai merangkum sebagian kecil dari banyak kotbah yang ada dalam Tipitaka.

Jadi perlu digaris bawahi adalah kitab suci agama Buddha adalah Tipitaka bukan The Gospel of Buddha. Dengan demikian pembahasan yang sah mengenai agama Buddha adalah dengan mengacu pada Tipitaka bukan pada Gospel of Buddha karya Paul Carus. Hal ini dikarenakan tidak semua yang ada dalam Tipitaka termuat dalam Gospel of Buddha. Dengan kata lain Gospel of Buddha tidak mengungkapkan keseluruhan fakta yang ada dalam tipitaka.

Sekarang mari kita bahas mengenai artikel ”Muhammad SAW Menurut Pandangan Kitab Hindu Budha Dan Kristen”

Dalam artikel dikatakan bahwa :

.”Dalam tradisi Budha, pemimpinnya sendiri Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) tercantum bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Cakkavatti-Sihanada Suttana memberinya nama “Meteyya”. Kedua kata ini bermakna “pemberi rahmat”. Dengan merujuk kepada sejarah kehidupan Muhammad saw, kentara sekali beliau adalah orang sangat penyayang dan al-Quran juga menyebut-nyebut fakta ini.”

Pertama penulis tidak teliti dengan nama penyusun The Gospel of Buddha dengan menulisnya dengan nama Caras, adalah namanya adalah Paul Carus.

Kemudian, baik dalam The Gospel of Buddha (GOB) maupun kerika kita merujuk pada Tipitaka yaitu Cakkavatti-Sihanada Suttanta (bukan Suttana), tidak ada satupun kalimat yang menyatakan bahwa Maitreya (bahasa Sanskerta) atau Metteyya (bahasa Pali) berarti “pemberi rahmat”. Dalam GOB dikatakan bahwa “He will be known as Metteyya, which means 'he whose name is kindness.' (Chapter 96 of 100, Metteya). Kindness atau penuh kasih. Kata maitreya atau metteyya merupakan kata dari bahasa Sanskerta dan Pali yang berasal dari kata ”maitri” dan ”metta” yang berarti cinta kasih. Dengan demikian Maitreya bukanlah berarti ”pemberi rahmat” tetapi ”penuh cinta kasih”. Adalah hal yang berbeda baik dipandang dari definisi maupun maknanya antara ”pemberi rahmat” dengan ”penuh cinta kasih”

Kemudian dalam GOB tidak dijelaskan kapan , dimana dan apa ciri dari kedatangan Maitreya itu. Hal ini penting untuk membandingkan antara Maitreya dengan Muhammad SAW, baik dari waktu kelahiran, tanda-tanda, sampai kondisi dunia. Oleh karena itu jika mengacu pada GOB kita hanya bisa membahasnya sampai pada arti Maitreya yang akhirnya pada dasarnya memiliki arti yang berbeda.

Satu-satunya cara memastikan apakah Maitreya adalah Muhammad SAW, kita perlu mengacu pada sutta-sutta dalam Tipitaka yang membahas mengenai Maitreya (Metteyya), salah satunya adalah Cakkavatti-Sihanada Sutta yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Digha Nikaya 26.

Tanda-tanda
Kelahiran Maitreya ditandai dengan kondisi manusia yang memiliki usia sampai 80.000 tahun. Dan pada masa ini orang-orang hanya akan ada tiga macam penyakit -- keinginan, lupa makan dan ketuaan. Apakah ketika Muhammad SAW lahir diikuti dengan tanda-tanda ini ? Jawabannya Tidak.

Tempat kelahiran
Tempat kelahiran Maitreya adalah di negara Jambudipa (istilah lain dari India). Pada masa itu ibu kota Jambudipa adalah kota Ketumati (Varanasi) merupakan kota kerajaan yang besar dan makmur, berpenduduk banyak dan padat serta berpangan cukup. Apakah Muhammad SAW lahir di India? Jawabannya Tidak.

Tanda-tanda Fisik
Maitreya akan memiliki 32 ciri fisik, diantaranya adalah tanda berbentuk roda (cakra) ditelapak kakinya.
Apakah Muhammad SAW memiliki tanda lahir seperti ini ? Jawabannya Tidak.

Gelar
Maitreya akan disebut dengan nama Buddha Maitreya dengan gelar Bhagava Arahat Sammasambuddha (Yang Mulia, Yang Patut Dihormati, Buddha yang Sempurna). Yang sempurna dalam pengetahuan dan pelaksanaannya, sempurna menempuh jalan, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, guru para dewa dan manusia, yang sadar serta yang patut dimuliakan, yang sama seperti Buddha Gautama.
Apakah Muhammad SAW diberi gelar oleh para pengikutnya dengan gelar Sang Buddha (Yang Sadar), Bhagava Arahat Sammasambuddha ? Jawabannya Tidak.
Apakah Muhammad SAW dikatakan sebagai guru para dewa dan manusia ? Jawabannya Tidak. Gelar Muhammad adalah Nabi Utusan Allah, Rasul Allah.

Ajaran
Karena maitreya adalah seorang Buddha dan seperti yang dikatakan oleh Buddha Gautama sendiri bahwa, ajaran Maitreya akan memiliki inti yang sama dengan Buddha sebelumnya antara lain 4 Kebenaran Arya, Jalan Utama Berunsur Delapan, Karma, Rebirth (kelahiran kembali), Paticcasamupadda.
Apakah ajaran Islam yang dibawa Muhammad SAW mengajarkan 4 Kebenaran Arya, Jalan Utama Berunsur Delapan, Karma, Rebirth (kelahiran kembali), Paticcasamupadda? Jawabannya Tidak.

Dari hal-hal di atas, masih banyak lagi ciri-ciri keberadaan Maitreya dalam Sutta-sutta lain yang memberikan perbedaan antara Muhammad SAW dengan Maitreya.

Kesimpulan.

Baik dari nama, tanda-tanda dunia , tempat kelahiran, ciri fisik, gelar, dan ajarannya, tidak satu pun yang mengacu bahwa Maitreya adalah Muhammad SAW. Ciri-ciri seperti beristri, memiliki pengikut ribuan tidaklah menjadi dasar yang tepat untuk mengatakan bahwa Maitreya adalah Muhammad SAW, karena ciri-ciri ini adalah ciri-ciri umum yang dapat dimiliki oleh semua orang bahkan sekelas Hitler yang memiliki istri dan pengikut ribuan. Bahkan pada dasarnya seorang Buddha tidak pernah menikah (hidup selibat), ketika ia menjadi calon Buddha lah mereka mereka hidup dalam pernikahan.

Jadi, tidaklah benar sama sekali bahwa kitab suci agama Buddha (Tipitaka) menyatakan kedatangan Muhammad SAW. Tetapi Tipitaka menyatakan kedatangan Maitreya. Dengan demikian, Maitreya adalah orang yang berbeda dengan Muhammad SAW.

Artikel ini hanyalah suatu bentuk ketidaktelitian penulis akan isi dan fakta yang terdapat dalam Tipitaka dan berusaha menyamakan Maitreya dengan Muhammad SAW.
Dan tidak menutup kemungkinan ada maksud-maksud tertentu yang bertujuan agar umat Buddha yang menunggu kelahiran Maitreya berpaling kepada agama Islam dengan tokoh Muhammad SAW di dalamnya yang dianggap sebagai yang ditunggu-tunggu.

Salam

Kelana


Literatur:

The Gospel of Buddha
http://www.mountainman.com.au/buddha/carus_96.htm

Cakkavatti-Sihanada Sutta (Digha Nikaya 26)
http://samaggi-phala.org/tipitaka_dtl.php?cont_id=180

Wednesday, September 3, 2008

Why I Love My Mother.

I found this picture of my mom and I back when I was younger and skinner. And so I thought that I'd write an ode to her today. She's a sweetheart and one of the nicest, most loving and compassionate persons that I know. She's a hero of mine and one of my best friends.

Throughout all the years that I was living at home she would get up earlier than I and cook me a full breakfast (pancakes, bacon, eggs, juice--the whole works) and her cooking is better than any restaurant food I'd ever eaten (her potato salad is beyond delicious just to name one dish that she makes) And on my birthday she'd make (and still does) all of my favorites.

When I was in primary/elementary school I usually walked home and would pick dandelions (they have a bright yellow flower on top of a long skinny stem but most see them as weeds). Well anyway I use to bring them home to give to my Mom and despite them being sticky and "weeds" she accepted them with so much love and happiness. She would always then fill up a juice glass with water and place the dandelions in it.

And when I would get sick (and still when I get sick) she would always take care of me better than any nurse could. She would buy comfort foods for me that sat well with my body such as my stomach when I'd get the flu. And when my stomach ached or if I had a fever she would hold my hand or place a cool wash cloth on my forehead to calm me down and ease my fever.

Some of my earliest and fondest memories where that she was the first person that I saw after waking up from a nap and was always greeted with a smile and a little snack. I'm getting teary eyed writing this--my heart is full to the brim with love today.

She is also one of the best listeners and that is such a great quality to have because most times we all just want to be heard and understood when we have struggles. She is also one of these people who always knows just what to say at the perfect moments. She is one of the happiest people that I a know and always seems to have a smile on her face. I love how excited and happy she gets when she sees me. She really knows how to make people feel appreciated.

She taught me well the value of respect and tolerance for all people regardless of race, religion, ethnicity, age or sex. And respect is something that is sorely lacking in our modern world. I was rightly taught that I am no more important or less than any other being in this world and that has served me well in life. It helps keep me humbled while at the same time giving me a sense of self-worth.

My mom is also deeply spiritual and helped me cultivate my own sense of spirituality and gave/gives me a peaceful, strong and yet humble example of the essence of spirituality. And while we now follow different religions we are able to find common ground and support each other. And because of our deep spiritual discussions we both came to realize that our two paths are actually quite similar in many ways. Those are just a few of the many reasons why I love my mother dearly and will always do so.

She is one of the most amazing people that I have ever met and cherish each moment that I have to be with her. Thank-you mom for all that you have done for me, do for me and share with me. My life has been greatly sculpted by your influence and it is all for the better. I love her so much and think the world of her. I am so happy that I have this life/chance to enjoy her energy and presence. That being said, I know that her and I have had a deep connection and relationship that goes beyond this lifetime and will always do so. She's a true Bodhisattva. She wants nothing more than for all beings to be happy and loved. If I can live up to her example in this life then I will die a very happy and content man.

---End of Transmission---

Administrasi Jaringan Windows dengan RAdmin


RAdmin (Remote Administrator) merupakan sebuah program yang digunakan untuk melakukan remote terhadap mesin komputer yang terhubung dalam satu jaringan LAN (Local Area Network).

Untuk dapat menggunakanprogram RAdmin, tentunya kita harus memiliki program RAdmin yang sudah terinstall dalam komputer baik di pusat (server) maupun di klien (cabang).
Apabila anda belum memiliki proram RAdmin, bisa

Monday, September 1, 2008

Istilah Singkatan dalam Komputer part E-F

EBCDIC :Singkatan dari Extended Binary Coded Decimal Interchange Code yaitu sebuah kode 8 bit yang menyatakan informasi alphanumeric dalam komputer.
edit : mengecek data yang pernah diketik kalau-kalau ada salahnya dan biasanya sekaligus memperbaiki kesalahan yang ada.
Editor : Salah satu program yang digunakan sebagai atau untuk mengedit data.
EDP : Electronic Data Processing.
EIA : Electronic

Tuesday, August 26, 2008

Tips Merawat Processor Agar Tidak Panas


Komputer disaat ini bukan lagi merupakan kebutuhan barang mewah yang hanya diperuntukan bagi orang-orang kaya saja namun dilihat dari manfaatnya yang begitu besar sehingga teknologi komputer akhir-akhir ini sudah merambah ke berbagai kalangan masyarakat mulai dari masyarakat kelas bawah hingga kelas atas/elite, dari kota sampai ke desa-desa.

Jika dilihat dari besaran harganya di pasaran saat