Loading...

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, September 17, 2011

DASAR HTML

OBJEKTIF:
Memahami teknik dasar pemrograman web HTML
MATERI:

  1. HTML DASAR
      Struktur dokumen HTML(Tag, Element, Attribute), Element HTML, Element HEAD, Element TITLE, Element BODY

  2. HTML FORMAT TEKS
      Element BR(line break), Element P(paragraph), Element H1,H2,H3,H4,H5,H6(header), Element B(bold), Element I(italic), Element U(underline), Element PRE(preformated text), Element CENTER, Element BASEFONT, Element FONT, Element HR(horizontal rule)

  3. HTML DAFTAR URUTAN
      Element OL(ordered list), Element UL(unordered list), Element LI(list item)

  4. HTML TABEL
      Element TABLE, Element CAPTION, Element TH(table header), Element TR(table row), Element TD(table data)

  5. HTML GAMBAR
      Element IMG

  6. HTML HYPERLINK
      Element A

  7. HTML FORM
      Element FORM, Element INPUT, Element SELECT, Element OPTION, Element TEXTAREA

  8. HTML FRAME
      Element FRAMESET, Element FRAME, Element NOFRAMES
REFERENSI:
1. http://www.w3schools.com

Menyingkirkan rintangan dalam bersadhana


Banyak Tantrika, setelah menerima abhiseka Sadhana “Hevajra” dan “Pancavajra” di tempat Acarya (Guru). Setiap hari menekuni “empat kali sadhana” berdasarkan “Kye-rim atau Tahap Permulaan”. Namun, setelah menekuni sebulan, setahun, atau empat tahun, sepuluh tahun, tak disangka bahkan seberkas bayangan kontak yoga pun tidak ada, tidak merasakan pahala apapun. Ini berarti “sebab” telah ada, namun, dengan adanya “rintangan” menandakan belum “berjodoh”, makanya tidak dapat membuahkan hasil.

Ada 6 jenis rintangan yang saya kenali:

1. Melanggar sila — melanggar Sila Samaya.

2. Setan dan Mara — rintangan yang ditimbulkan oleh setan dan Mara.

3. Teman menyesatkan — berteman dengan orang menyesatkan.

4. Pola makan – pola makan yang bertentangan dengan ikrar.

5. Tidak bersih — mandala dan jasmani tidak bersih.

6. Kerasukan setan — kerasukan setan orang yang meninggal dunia.

Sebenarnya keenam jenis rintangan ini akan ditunjukkan lewat pertanda mimpi, dengan adanya pertanda mimpi, seharusnya mengerti bahwa ada “rintangan”! Jika bermimpi dibentak-bentak oleh acarya (secun), ditinggalkan oleh acarya, acarya marah, acarya menatap dengan pandangan murka. Bermimpi diri sendiri jatuh ke air, jatuh ke jurang, dan lain-lain, ini berarti melanggar Sila Samaya. Jika bermimpi tanah longsor, bumi retak, rumah ambruk, air bah, matahari dan bulan jatuh dari langit, ini berarti diganggu oleh setan dan Mara. Jika bermimpi dari tubuh keluar caplak, kutu, ulat, tubuh dikerubuti oleh serangga, diikat oleh pakaian yang dikenakan, dikejar teman, dan lain-lain, ini berarti diri Anda terlibat dengan teman yang melanggar sila. Jika bermimpi makan abu, makan serangga, makan air seni, makan kotoran, makan lalat, ini berarti rintangan dalam hal pola makan. Jika bermimpi rumah kediaman Anda bagaikan tumpukan sampah, rumah kediaman Anda berbau busuk, rumah kediaman Anda dipenuhi oleh benda-benda kotor, bermimpi tubuh Anda dekil, dijerat benda kotor, ini berarti mandala dan jasmani tidak bersih. Jika bermimpi setan mengejar sadhaka, setan menyemburkan api membakar sadhaka, setan memegang pisau memenggal sadhaka, ini semua adalah pertanda mimpi dari kerasukan setan. Dengan adanya “rintangan” demikian, bersadhana dengan sendirinya tidak akan mengalami kontak yoga, juga tidak merasakan pahala.

Yang lebih parahnya adalah:

1. Nyawa melayang.

2. Lahir dan batin didera penyakit.

3. Tidak ada kekuatan samadhi.

4. Tidak ada jodoh dengan sesama.

5. Tubuh lemah dan prana terpencar.

6. Murung.

Saya pribadi pernah memaparkan pada saat upacara homa “Kalachakra”, ada tiga macam cara untuk menyingkirkan rintangan-rintangan ini.

Pertama,

saya mengimbau, sadhaka sebaiknya menerima abhiseka lagi, malah harus 3 kali berturut-turut. Sebenarnya menerima abhiseka adalah cara untuk menyingkirkan rintangan atas pelanggaran sila, setan dan Mara, serta teman yang menyesatkan, apalagi tiga kali abhiseka dari Mulacarya dapat memberantas segala rintangan.

Kedua,

saya menghimbau, sadhaka sebaiknya menggelar Trimulapuja, memberi persembahan kepada Buddha, Bodhisattva, Vajra, Dharmapala, dakini, para dewa. Atau sadhaka melakukan homa, membersihkan dengan abu homa, cara ini dapat membersihkan pola makan, mandala, jasmani yang kurang bersih, dan lain sebagainya. (misalnya bervegetarian dulu)

Ketiga,

saya mengimbau, sadhaka menggunakan metode berbasuh, cara ini juga dapat menyingkirkan rintangan. Pada hari “Chu” ri, menggunakan bunga putih yang tidak terhingga, setiap kuntum bunga putih dijapa “Mantra Yidam”, lalu lempar ke dalam bak mandi, hingga bunga putih mengapung memenuhi bak mandi, kemudian sadhaka berbasuh di dalam bak mandi, cara ini juga bisa menyingkirkan “rintangan”.

Pertanda mimpi dari tersingkirnya rintangan:

1. Sadhaka memuntahkan benda-benda kotor.

2. Serangga-serangga merangkak keluar dari dalam tubuh sadhaka.

3. Sadhaka bermimpi berbasuh dan mengenakan busana putih.

4. Sadhaka terbang bagaikan kuda sembrani. Semua ini adalah pertanda mimpi bahwa “rintangan” telah habis dibasmi!

Tiga larangan dari Maha Guru Lu

Dikutip dari ceramah Dharma Maha Guru tgl. 20 September 1997 “Ada 3 hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang sadhaka”

Translated by: Minarto Yang Ying Min
< Kita sebagai umat Buddha, baik seorang biksu maupun non biksu, ada 3 jenis pekerjaan, yg pasti tidak boleh dilakukan.
Yang pertama, pekerjaan berjudi, baik berjudi sendiri, apalagi membuka tempat perjudian....>

我們做一個佛教徒,出家也好,在家也好,有三種事業,絕對是不可以做的。
第一種事業,就是賭博的事業,絕對不可以做,也沒有所謂的例外。你自己賭,也不可以,何況你是開賭場...。
取自蓮生活佛1997-09-20 開示--學佛者有三不受

Indahnya Ajaran Buddha

Jalan Pencerahan yang Unik
Bukan metafisik ataupun ritualistik.
Bukan skeptik ataupun dogmatik.
Bukan penyiksaan diri ataupun pemanjaan diri.
Bukan pesimisme ataupun optimisme.
Bukan eternalisme ataupun nihilisme.
Bukan mutlak dunia ini ataupun dunia lain.
Ajaran Buddha adalah jalan Pencerahan yang unik.

Mengungguli Segala Sistem Lain
Sebagai ajaran moral, ajaran Buddha mengungguli segala sistem etika, namun moralitas hanyalah awal, bukan sebagai akhir dari ajaran Buddha.

Dalam satu pengertian, ajaran Buddha bukanlah filosofi; dalam pengertian yang lain, ajaran Buddha adalah filosofi dari segala filosofi.

Dalam satu pengertian, ajaran Buddha bukanlah agama; dalam pengertian yang lain, ajaran Buddha adalah agama dari segala agama.

Melampaui Agama
Jika definisi dari "agama" adalah kepercayaan mutlak dan pemujaan terhadap suatu sosok ilahi, dengan kewajiban untuk menjalankan upacara dan ritual, ajaran Buddha bukanlah suatu agama. Ajaran Buddha melampaui semua definisi umum tentang agama karena ajaran Buddha mendorong kecerdasan kita untuk bertanya dan meyakini adanya potensi tertinggi dari setiap individu.

Upacara dan ritual hanya sekadar perayaan yang membantu mengilhami kita, namun tidak bisa memberi kita Kebijaksanaan dan kebahagiaan sejati.

Wednesday, September 14, 2011

Life After Death: A Zen Response.


A samurai once asked Zen Master Hakuin where he would go after he died. Hakuin answered 'How am I supposed to know?' 'How do you not know? You're a Zen master!' exclaimed the samurai. 'Yes, but not a dead one,' Hakuin answered.

James: What Master Hakuin understood was that so long as this samurai was obsessed with what happens after death, (if anything) he might as well already be dead. In clinging to worries about death, he is dead to the present moment. Therefore, the samurai is not able to experience and enjoy the vibrant life that is already unfolding around him!! Why concern yourself with an existence after this one if you're not even experiencing the current one?!! This is why Zen doesn't focus too intently on afterlife.

It advises people to live each moment as though it were their last, which leads us to live a life of greater awareness of our actions; and that causes less suffering for us and those around us. In this way, we will live a healthier spiritual life to where any concerns or fears about a possible afterlife will naturally fade away.

PHOTO: The altar where I meditate at home.

~may all beings know peace~