Loading...

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, January 9, 2012

Belajar Tantra Harus Mengerti Bagaimana Menjapa Mantra

Belajar Tantra Harus Mengerti Bagaimana Menjapa Mantra

Oleh Maha Mula Acharya Lian Sheng
Sumber: Vihara Zhenfozong Triratna
2 Oktober 2011 di Rainbow Temple

Hari ini lanjut mengulas DIKTAT HEVAJRA - SUNYATA DI DALAM MAHASUKHA Bab XI Cara Menjapa Mantra

Di dalam Sutra Tata Cara Mahakarunasunyajnanavajragururaja, Sang Buddha mengajarkan kita bagaimana menjapa mantra, cara menjapa mantra. Sebenarnya, Sutra Tata Cara Mahakarunasunyajnanavajragururaja adalah Hevajra.

Kita belajar Tantra, harus mengerti bagaimana menjapa manta, Anda belajar mantra, hari ini Mahaguru memberitahu Anda sebuah kunci dari japa mantra, mantra biasanya dimulai dari "OM", "OM" dan "NAMO" boleh dijadikan awal dari mantra. "OM" sebagian besar adalah awal dari mantra Tantra Tibet, "NAMO" biasanya adalah awal dari mantra Tantra Timur. Mantra terbagi banyak macam: 1. Mantra hati -- suara yang keluar dari hati Para Buddha dan Bodhisattva. 2. Mantra nama -- menyebut nama Buddha Bodhisattva. Misalnya: "OM. AMIDIEWA. XIE.", "OM. JINMU SIDDHI. HUM.", "OM. GULU GULIE. CHULI. SUOHA." "OM. MOLIZHIYU. SUOHA." 3. Mantra pahala -- panjang sekali, di dalamnya ditambah banyak mantra pahala. Misalnya mantra Padmasambhava tergolong dalam mantra pahala, ia mencakup nama, juga mencakup mantra hati. "OM A HUM. BIE ZHA GULU BEIMA. SIDDHI HUM. XIE." Namun, juga boleh langsung dijapa mantra hati-Nya "OM. BIEZHA PADMA. HUM."

Kita harus mengerti membedakan dalam menjapa mantra, kita harus tahu apa itu mantra hati, apa itu mantra nama, apa itu mantra pahala? Mantra pahala paling panjang, mantra hati paling pendek. Mantra panjang adalah mantra nama ditambah mantra hati. Misalnya "OM A HUM. GURUBEI. YA HA SA SHA MA HA. LIAN SHENG SIDDHI HUM." Mantra ini mencakup mantra hati dan mantra nama.

Sang Buddha mengajari kita menjapa mantra, "OM. A. HUM. FAZHA. SUOHA." "FAZHA" adalah "PEI". Ini adalah mantra berdana makanan untuk semua makhluk halus di atas bumi. "FAZHA" adalah cara penjapaan Tantra Timur, "PEI" adalah cara penjapaan Tantra Tibet. "OM. A. HUM" 3 aksara terang sangat penting! "OM" adalah alam semesta, Dharmakaya; "A" adalah muncul, Sambhogakaya. "HUM" adalah keberhasilan, Nirmanakaya. Artinya sangat dalam dan luas. Oleh karena itu, kadang-kadang, ada sebagian mantra tidak diterjemahkan, karena arti dari mantra itu sendiri sangat dalam.

Tantra disebut juga "Aliran Gabungan", mantra itu bersifat gabungan. Mantra kadang-kadang juga sangat menakjubkan, Anda menambahkan satu mantra dengan mantra lain, kedahsyatannya sangat besar, akan menghasilkan sebuah jiwa baru, mantra baru.

Hari ini Mahaguru khusus mengajarkan Anda semua sebuah mantra, yang belum pernah disampaikan (hadirin tepuk tangan), Mahaguru sering japa sebuah mantra, "OM A HUM. BIEZHA. GURU PADMA. SIDDHI HUM. XIE. OM YIXICUOJIA. MANDALAWA. SUOHA." "OM", Anda japa dulu mantra hati Padmasambhava, kemudian tambahkan dengan mantra kedua pendamping-Nya, Padmasambhava akan sangat Happy! Cahaya Mereka bertiga akan memberkati diri Anda, arus Dharma dari ketiganya mengabhiseka tubuh Anda, menciptakan sebuah jiwa baru, paling dahsyat!

Sang Buddha mengajarkan kita untuk menjapa mantra, hari ini Mahaguru juga mengajarkan Anda semua japa mantra. Saya tanya pada Anda semua, "Apakah di dunia ini ada setan?" Beberapa hari lagi, kita akan abhiseka Dorje Purba (Dorje Purba adalah Vajrakilaya), Ia adalah raja setan mahabala di pemakaman, Ia memiliki sayap yang sangat besar, Dharmabala-Nya sangat kuat! Setelah Ia ditaklukkan oleh Padmasambhava, Ia menjadi dewa Dharmapala Agama Buddha. Oleh karena itu, setan dan dewa berjalan di jalan yang sama. Yang kekuatannya besar disebut "dewa"; yang kekuatannya kecil disebut "setan".

Mengapa Tantra berdana makanan untuk makhluk halus? Karena jika makhluk halus merintangi sadhaka, maka Anda tidak akan berhasil dalam melatih diri. Kita melakukan Sadhana Dhumapuja justru mempersembahkan kepada makhluk halus, Anda mempersembahkan kepada makhluk halus, Ia pun tidak akan merintangi Anda, melainkan melindungi Anda, membantu Anda mencapai keberhasilan. Sadhana Dhumapuja diwariskan oleh Guru Mahaguru kepada Mahaguru, untuk berdana makanan kepada makhluk halus di atas bumi, bukan memelihara tuyul. Cherenzig adalah Mahabodhisattva, Ia menjadi yidam utama untuk melakukan Sadhana Dhumapuja, berdana makanan kepada makhluk halus. Oleh karena itu, Sadhana Dhumapuja Tantra adalah berdana untuk makhluk halus, bukan memelihara setan, melainkan mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan. Kita membahagiakan semua makhluk halus, Ia pun akan membahagiakan kita. Berdana makanan sisa dalam Eksoterik juga berdana kepada makhluk halus.

Oleh karena itu, blog di komputer itu asal bicara, mengatakan Sadhana Dhumapuja kita memelihara setan, itu dilakukan orang-orang yang berniat jahat, penipu, serigala berbulu domba, jangan sekali-kali dibohongi.

Sang Buddha bersabda "OM A" adalah kelahiran segalanya. "OM" -- melambangkan Dharmakaya, yang tidak berwujud, kesadaran alam semesta, yaitu Tathata. "A" -- yaitu kelahiran. Jadi, Buddha Sakyamuni bersabda "OM A" adalah kelahiran segalanya. Banyak Buddha Bodhisattva terlahir dari sini, banyak mantra juga terlahir dari sini.

Bijaksara Pancadhyani Buddha, mantra Pancadhayani Buddha adalah, "Bumu. Amu. Chuli. Kang. Hum." biasanya fonetiknya sangat sulit, pengucapannya kadang-kadang juga sangat sulit. Suara mantra "Chuli", adalah bijaksara Amitabha, di Jepang dijapa "Chuli", di Tibet dijapa "Xie". Tidak enak didengar. Orang Barat sering mengatakan "Shit", ternyata mereka sedang japa mantra.

Anda japa mantra Pancadhyani Buddha, sama dengan japa mantra bermiliar-miliar Buddha di alam semesta.

Mantra Hevajra: "OM. DIEWABIZHU. WARILA. HUM HUM HUM. FAZHA. SUOHA." Tantra Timur japa "FAZHA" sama dengan "PEI" yang dijapa Tantra Tibet. Arti "SUOHA" adalah sempurna, berhasil. Di Eksoterik japa "SHAPOHE", penutupan belum tentu menggunakan "SUOHA", kadang-kadang juga menggunakan "HUMPEI". Artinya adalah menghancurkan, menebas.

Sang Buddha bersabda: segala mantra, struktur utamanya, huruf pertama diawali dengan aksara "OM"; di tengahnya ditaruh huruf "HUM" dan "FAZHA"; penutupan, menggunakan "SUOHA". Mahaguru mengira secara universal begitu, namun, belum tentu semua begitu. Mantra Aksobhya Buddha, "OM. È GE ZA DUO BO. YESHA. SUOHA."

Sang Buddha bersabda, mantra bijaksara semua pendamping, "È. Ā. Yí. Yì. Wà. Wū. Li. Lí. Lǔ. Lú. Yī. Ài. Wū. Ào. Àn. È." 16 aksara. Ditambah japa mantra hati, "OM. A. HUM.", ditambah japa Air Amrta juga menggunakan mantra ini. Dulu Kakek Guru memberikan gambarupang pada Mahaguru, di belakang pasti ada "OM. A. HUM.", artinya sudah diberkati.

Mantra di sini sungguh banyak. Ada: mantra membersihkan bumi, "OM. RUO KE SHA. RUO KE SHA. HUM HUM HUM. FAZHA. SUOHA." Mantra mengutus, "OM. KAN. SUOHA." -- mengeluarkan Vidyaraja. Mantra murka, "OM. CHULI. SUOHA." -- agar Vidyaraja sangat murka; atau juga boleh japa "OM. PEI. SUOHA." Mantra penaklukan, "OM. HUM. SUOHA." Mantra mengait, "OM. GU. SUOHA." Mengait Anda. Mantra cinta kasih, "OM. GULU GULIE. CHULI. SUOHA." Mantra ini adalah mantra cinta kasih yang terbesar, bisa memohon keharmonisan keluarga. Namun, jangan melakukan ritual terhadap Mahaguru. (Hadirin tertawa).

Ada beberapa mantra sangat penting, seperti mantra cinta kasih, mantra mengait, mantra mengutus, supaya Dharmapala keluar membantu Anda menyukseskan usaha Anda.

Saturday, January 7, 2012

師母蓮香上師印尼之行 / Kunjungan Guru Dara ke Indonesia

Dalam rangka membawa cucu laki-laki Lu Hong dan cucu perempuan Lu Jun menjenguk nenek dari pihak ibu, Gurudhara Acarya Lianxiang khusus mengatur sebuah perjalanan ke Indonesia.

20 Desember 2011, Gurudhara bersama Fo-chi, Sunny, Lu Hong, dan Lu Jun bersama-sama menuju Indonesia, tujuan utama untuk menjenguk besan perempuan (ibunda Sunny), karena Lu Jun sejak lahir belum pernah bertemu nenek dari pihak ibu, sedangkan Lu Hong juga sudah bertahun-tahun tidak bertemu nenek dari pihak ibu. Di saat bersamaan, Gurudhara juga mengadakan wisata seminggu.

Ini pertama kalinya Gurudhara datang ke Indonesia, Sdr. Zhang Deqiang dan Sdri. Huaying dari Indonesia (Vihara Vajra Bumi Pekalongan), dan ketua pengurus Vihara Maha Welas Asih Semarang Sdr. Guan Jiazhi, Sdri. Meizhong, dan ketua vihara serta saudara-saudari se-Dharma dari Vihara Vajra Bumi Arama Surabaya, sejak lebih dari 10 tahun terakhir, kembali mengundang Gurudhara datang ke Indonesia untuk berwisata, sekarang akhirnya terlaksana. Sedangkan, sejak Gurudhara tiba di Jakarta, sepanjang perjalanan selalu dikawal oleh 6 bus pariwisata dan mobil polisi.

Friday, January 6, 2012

Kunci Sadhana Jambhala Kuning dan Berdana Makanan / 修黃財神法的心要及施食


Source : 釋蓮慈金剛上師 / Vajra Acarya Shi Lian-ci

2006年9月24日 / 24 Sep 2006

Translated by Lianhua Jun Shi An

♡ 上個禮拜,由於師尊的蒞臨,讓溫哥華的弟子度過興奮又熱鬧的時刻,也滿了大家的心願。由於每個人都得到師尊很多加持的資糧,因此修法上進步了,心也更安定了,這正是我們平時修出來的福份。要知道,若福份不夠,佛是不會出現在你面前的。

Minggu lalu, karena kedatangan Mahaguru, siswa di Vancouver merasakan saat yang penuh dengan suka cita dan keramaian, harapan kita semua juga menjadi terpenuhi. Karena tiap orang memperoleh banyak adhistana dari Mahaguru, sehingga memperoleh kemajuan dalam sadhana, dengan demikian batin juga menjadi lebih tenang, ini merupakan berkah dari hasil sadhana kita sehari-hari. Ketahuilah bahwa jika kita tidak memiliki cukup berkah, maka Buddha tidak akan hadir di hadapan Anda.

♡ 有人就問說,若本身還有業障,那修黃財神法是否無效?其實若是如此,那主壇的上師也還有業障存在,卻敢來做法,豈不是成了大罪人?師尊將黃財神法列為八大本尊法之一,乃因真佛宗很多弟子均很窮困,故希望每個人依其自己的需求選擇修法主尊。黃財神的修法有一重點,就是要 培養廣大的佈施心,這種佈施分三種:一、施食。黃財神即四大天王之一的北方多聞天王,祂的護法多為羅剎,故我們要學會施食惡鬼羅剎,才容易與之相應。二、 供僧。出家人乃佛法代言人,供養僧人,即可與護持佛法的黃財神相應。三、好好供養黃財神修法儀軌。必須將儀軌視為至寶,尊重並好好去修持。 

Apa Manfaat Penyeberangan Arwah / 超度對靈界有何幫助?

Homage To Dharma-raja Liansheng 

Source : 釋蓮慈金剛上師 (Vajra Acarya Shi Lian-ci)

Translated by Lianhua Jun Shi An 

Dalam Upacara Ritual, kita mendaftarkan diri sendiri dan keluarga, juga mendaftarkan semua kerabat di kehidupan kali ini dan kehidupan yang lampau, bagaimana terbentuknya jodoh ini ?

Baru-baru ini, ada tamu dalam mimpi saya, ada seorang yang mengatakan dia adalah ayah saya dalam kehidupan lampau, sekarang menjadi pelindung saya. Jadi, mendaftarkan para leluhur dalam upacara penyeberangan , supaya terlahir di tingkat atas, sungguh berguna.

Jika dapat memperoleh pertolongan Buddha Bodhisattva, maka kondisi yang di alam roh akan terus meningkat, namun bukan berarti hanya sekali maka langsung terlahir di tingkat paling atas, ini juga masih tergantung pada ringan dan beratnya karma-warana yang bersangkutan, dalam satu kali penyeberangan arwah ada berbagai macam peningkatan, terus ditingkatkan.

Makna Dharmayudham Padmasambhava

Makna Dharmayudham Padmasambhava 

★ Homage To Dharmaraja Liansheng ★
★ Homage To Sarasvati Bhagavati ★ 

By Lianhua Jun Shi An 


Tangan kiri Padmasambhava membawa sebuah kapala dan di dalamnya terdapat Ratna-kalasa Panjang Usia (Vas Mustika Panjang Usia)  

★ Di dalam Ratna-kalasa Panjang Usia terisi penuh dengan amrta panjang usia, bermakna bahwa penekunan Sadhana ini dapat memperoleh kesehatan, penyembuhan, panjang usia, mengikis malapetaka, bahkan merealisasikan Pencapaian Agung Sinar Pelangi, realisasi ini merupakan yang tertinggi diantara semua Siddhi. (Padmasambhava merupakan Siddha dari Pencapaian Tubuh Sinar Pelangi ini) 

★ Kapala merupakan tempurung kepala manusia, biasanya seorang Sangha Agung yang telah mencapai realisasi di Tibet akan berpesan supaya setelah meninggal dunia anggota tubuhnya dipergunakan sebagai alat Dharma, sedangkan bagian tempurung kepala disebut kapala dan digunakan sebagai wadah amrta. Kapala sendiri bermakna Dharmatta nan luhur dan mendalam, serta Budhatta yang murni dan tanpa noda. 

Kapala yang ada dibawa di tangan kiri Padmasambhava di dalamnya berisi amrta merah dan putih dari Para Buddha, bila sadhaka memperoleh adhistana dan abhiseka amrta ini, maka dapat segera merealisasikan Anuttara Siddhi.


★ Khatvanga (Atau tongkat Trisula), tangan kiri Padmasambhava mengapit Khatvanga, khatvanga ini nampak terbakar oleh api Prajna (Kebijaksanaan Agung), ini bermakna bahwa Padmasambhava merupakan sumber kesempurnaan Maha Prajna dari proses “Mendengar – Perenungan – Bhavana”   , serta “Sila – Samadhi dan Prajna.”, mampu mentransformasikan racun batin dan kilesha (kerisauan) para insan di Triloka (Tiga dunia : Alam nafsu, Alam rupa dan Alam arupa).Di bagian bawah Trisula ada ditusukkan tiga kepala, bermakna Padmasambhava sempurna dalam Jnana tiga masa, yaitu masa lampau, saat ini dan yang akan datang. Sempurna dalam Dharmakaya – Sambhogakaya dan Nirmanakaya, sehingga dengan wibawa agung ini, para insan di Triloka menghormati dan bersarana pada kualitas Kebuddhaan Padmasambhava yang tanpa batas.

Di batang Khatvanga tepat dibagian bawah tiga kepala terdapat Visva-vajra bersula lima (Vajra Salib) , ini bermakna bahwa Padmasambhava merupakan tubuh gabungan dari Sepuluh Penjuru Buddha, merupakan Putera Batin dari Panca-dhyani Buddha, serta sempurna dalam Dasa-bhala. (Kemampuan memahami nidana ; Kemampuan mengetahui karma tiga masa ; Samadhi yang leluasa dan tanpa rintangan; Pengetahuan akan akar pembawaan para insan ; Pengetahuan akan berbagai hal yang disukai dan tidak disukai oleh para insan ; Pengetahuan akan berbagai macam loka ; Pengetahuan akan enam alam dan Nirvana anasrava ; Pengetahuan akan semua hal dari kehidupan lampau para insan yang tanpa awal ; Pengetahuan akan segala hal di kehidupan mendatang, segala hal kehidupan dan kematian para insan ; Pengetahuan realisasi anasrava, sepenuhnya tidak terombang ambing oleh fenomena dalam maupun luar) Kemudian di bagian bawah lagi ada padma yang bermakna Sifat Sejati yang murni tanpa noda.

Dibawahnya lagi terdapat Damaru dan ikatan pita manggala yang tertiup angin. Ini bermakna bahwa Padmasambhava sempurna dalam Prajna dan Upaya Kausalya (upaya terampil dalam menyelamatkan insan yang berpembawaan berbeda) , bahwa suara Dharma dari Padmasambhava bergema dan menuntun para insan di sepuluh penjuru, menabuh genderang Dharma mengguncang Triloka. 

Singkat kata, seluruh bagian Khatvanga bermakna bahwa Padmasambhava merupakan kesempurnaan dari pahala dan Prajna sepuluh penjuru Buddha di tiga masa, terlebih Khatvanga ini mampu menangkis segala kekuatan kesesatan dan kekejian , menganugerahkan ketenteraman dan manggala bagi para insan.

★ Tangan kanan Padmasambhava memegang Vajra Nava-sula (Vajra dengan pucuk sembilan), biasanya tangan kanan pratima Padmasambhava akan membentuk mudra penaklukan mara sambil memegang Vajra Panca-sula (Vajra berpucuk lima), yang bermakna Padmasambhava sempurna dalam Panca-jnana dari Pancadhyani Buddha ( 5 Jenis Kebijaksanaan Agung yang disimbolkan oleh Buddha Lima Penjuru), mampu mentransformasikan lima racun batin menjadi Lima Kebijaksanaan. Sedangkan pratima yang dalam mudra penaklukan menggenggam Vajra Nava-sula, bermakna sembilan tahapan dalam ajaran Nyingmapa, Padmasambhava merupakan Siddha sempurna dari sembilan tahapan ini, serta sumber silsilah ajaran. Vajra Nava-sula juga bermakna bahwa Padmasambhava sempurna dalam tekad maitri-karuna untuk membimbing dan membebaskan para insan di Sembilan Alam (Sembilan jenis kondisi alam di enam alam gati, yang terlahir dalam empat macam cara), ini merupakan simbol seluruh alam semesta. 

★ Bulu Merak , Padmasambhava adalah Raja dan sekaligus Dharma-raja, satu helai bulu merak yang tersemat di atas mahkota Dharma Padmasambhava dari sisi lokiya (duniawi) merupakan kewibawaan dan kekuasaan seorang Raja semesta,yang menuntun rakyat Nya, yang memerintah dengan penuh kebijaksanaan. Sedangkan dari sisi Lokuttara ( Yang melampaui duniawi) merupakan simbol dari Satu Rasa Dharmatta dalam Satu Dharmadhatu Sejati, Satu Buddhayana, Satu adalah Semua, tiada berbeda dengan Adi Buddha, Buddha Mula dalam Tantrayana yaitu Samanthabadra Tathagata. 

★ Di bawah bulu merak, di puncak Mahkota Dharma terdapat separuh bagian dari Vajra Pancasula, bermakna bahwa silsilah Padmasambhava berasal dari Samanthabadra Tathagata, dan kemudian adalah Pancadhyani Buddha .